Tahu Definisi Waralaba? Mengapa Tidak!

By | Agustus 22, 2018

Topik kita sekarang yaitu Tahu Definisi Waralaba? Mengapa Tidak!. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara maknanya lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Waralaba merupakan penyerahan sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Tahu Definisi  Waralaba? Mengapa Tidak!

Dengan kata lain, waralaba merupakan penguasaan usaha dengan cara penyerahan hak pengaplikasian nama dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi negosiasi. Selain itu, franchisee juga diberikan hak untuk membuka bisnis dan mengoperasikan keseluruhan sistim usahanya dengan memakai merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yaitu sistem memperluas network bisnis dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku buat seluruh franchisee dalam menjalankan bisnis. Waralaba adalah suatu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perusahaan yang memiliki merk dagang ternama, serta sistim manajemen, keuangan, dan marketing yang udah mantap. Waralaba ialah suatu penguasaan bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditentukan oleh franchisor.

Tahu Definisi Waralaba? Mengapa Tidak!

Usaha franchise ialah siasat pemasaran yang bertujuan melebarkan network usaha dan memenuhi kebutuhan konsumen. Pengertian lainnya merupakan suatu bentuk kerja sama yang diikuti persetujuan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan izin atau hak pada franchisee untuk mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan system operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Waralaba yakni suatu format usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan kemufakatan jual beli hak monopoli untuk menjalankan usaha (franchise). Kerja sama ini umumnya dengan dukungan awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian mutu, riset, nasehat regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Tahu Definisi Waralaba? Mengapa Tidak!

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba ialah perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau menerapkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Selanjutnya, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis misalnya sistem manajemen, sistem penjualan, metode penataan, atau system distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Tahu Definisi Waralaba? Mengapa Tidak!

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba yakni hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang sudah terbukti berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut perjanjian waralaba. Pada tata tertib tersebut, bisa dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas usaha selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang menggunakan hak atas kekayaan intelektual itu yakni franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba merupakan suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan buat mengaplikasikan bisnis dengan merek, nama, sistim, mekanisme, dan cara-cara yang sudah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu mencakup daerah tertentu.

Tahu Definisi Waralaba? Mengapa Tidak!

Waralaba ialah sistim distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak menjual produk atau jasa yang lazimnya memanfaatkan wujud dan system usaha yang sudah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan waralaba sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilakukan oleh franchisee, misalnya lewat training, di bawah merek dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menginvestasikan pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Tahu Definisi Waralaba? Mengapa Tidak!

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menerangkan bahwa franchise adalah satu lisensi merk dari pemilik yang memperbolehkan orang lain buat menjual produk atau service atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai satu sistim marketing dan distribusi yang dikerjakan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Tahu Definisi Waralaba? Mengapa Tidak!

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba adalah satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi kepada orang lain (franchisee) untuk mengaplikasikan barang (merk) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau keuntungan benar-benar istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian info mengenai Tahu Definisi Waralaba? Mengapa Tidak!, semoga postingan kali ini membantu kalian. Mohon post ini dishare biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *