Pengertian Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

By | Agustus 18, 2018

Di postingan ini kami akan ulas tentang Pengertian Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise ditafsirkan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Franchise yaitu penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian  Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, waralaba yaitu penguasaan usaha dengan cara pemberian hak pengaplikasian merk dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Di samping itu, franchisee juga diberikan kewenangan buat membuka usaha dan mempraktikkan keseluruhan sistim bisnisnya dengan memakai merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba ialah upaya memperluas jaringan bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam melakukan bisnis. Waralaba yakni suatu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perorangan yang mempunyai merek dagang ternama, serta sistim manajemen, financial, dan pemasaran yang sudah mantap. Franchise yakni suatu penguasaan usaha di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan peraturan yang ditentukan oleh franchisor.

Pengertian Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Bisnis franchise merupakan sistem marketing yang bertujuan meluaskan jaringan bisnis dan memenuhi keperluan konsumen. Pengertian lainnya yakni suatu bentuk kerja sama yang diikuti kesepakatan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi izin atau hak terhadap franchisee buat menerapkan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistem operasional usaha yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan balasan biaya dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Franchise yaitu suatu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat kontrak jual beli hak monopoli buat mengendalikan bisnis (waralaba). Kerja sama ini biasanya dengan support awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kwalitas, riset, nasehat regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise adalah kontrak di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan menurut persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas usaha umpamanya sistim manajemen, siasat penjualan, system penataan, atau siasat distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba yaitu hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang sudah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut kontrak waralaba. Pada regulasi tersebut, dapat dimengerti bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas bisnis selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual itu yaitu franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise ialah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak terhadap individu atau perusahaan untuk mengaplikasikan usaha dengan merk, nama, system, prosedur, dan cara-cara yang udah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu meliputi daerah tertentu.

Pengertian Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Franchise yaitu sistem distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapatkan hak menjual produk atau jasa yang lazimnya menggunakan wujud dan sistim bisnis yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan franchise sebagai ikatan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilakukan oleh franchisee, umpamanya melalui pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menanamkan investasi pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengatakan bahwa waralaba adalah sebuah lisensi merek dari pemilik yang membolehkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai sebuah teknik marketing dan distribusi yang dijalankan oleh institusi usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise merupakan sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi pada orang lain (franchisee) untuk memakai barang (merk) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) menginterpretasikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau profit amat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘profit’.

Demikian informasi seputar Pengertian Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah, kami harap artikel ini mencerahkan kawan-kawan semua. Mohon artikel ini dishare supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *