Pengertian Waralaba Menurut Pemerintah

By | Mei 23, 2018

Topik kita sekarang yakni Pengertian Waralaba Menurut Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Franchise adalah penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian  Waralaba Menurut Pemerintah

Dengan kata lain, franchise yakni kontrol usaha dengan sistem pemberian hak pemanfaatan merek dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Selain itu, franchisee juga diberi hak buat membuka usaha dan memakai keseluruhan system usahanya dengan memanfaatkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba ialah strategi memperluas jaringan bisnis dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku buat semua franchisee dalam mengerjakan bisnis. Waralaba merupakan satu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perusahaan yang punya merek dagang kondang, serta system manajemen, keuangan, dan marketing yang telah mantap. Waralaba yakni suatu pengaturan bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Waralaba Menurut Pemerintah

Bisnis waralaba merupakan siasat marketing yang bertujuan mengoptimalkan jaringan bisnis dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Definisi lainnya yakni suatu wujud kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik franchise) memberikan ijin atau hak terhadap franchisee untuk memanfaatkan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberikan balasan fee dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan biaya lain terhadap franchisor.

Waralaba merupakan satu format usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan perjanjian jual beli hak monopoli buat menjalankan usaha (waralaba). Kerja sama ini umumnya dengan dukungan awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan mutu, riset, bimbingan regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Waralaba Menurut Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba yakni perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan syarat yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis contohnya sistim manajemen, sistem penjualan, siasat perapihan, atau taktik distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Waralaba Menurut Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengatakan bahwa waralaba merupakan hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain menurut kemufakatan waralaba. Pada tata tertib itu, dapat dimengerti bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas usaha selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual itu ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise yakni suatu system pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak terhadap individu atau perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan merk, nama, system, prosedur, dan strategi-strategi yang sudah ditentukan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu meliputi kawasan tertentu.

Pengertian Waralaba Menurut Pemerintah

Waralaba yaitu system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapat hak menjual produk atau jasa yang rata-rata menerapkan format dan sistem bisnis yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendefinisikan waralaba sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab melindungi kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dijalankan oleh franchisee, misalnya melewati training, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Waralaba Menurut Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menerangkan bahwa waralaba ialah sebuah lisensi merk dari pemilik yang memperbolehkan orang lain untuk menjual barang atau jasa atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai sebuah system marketing dan distribusi yang dilaksanakan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Waralaba Menurut Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise yaitu sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk memanfaatkan barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) menginterpretasikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau profit amat sangat istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Demikian informasi berkaitan dengan Pengertian Waralaba Menurut Pemerintah, kami harap postingan kali ini membantu teman-teman semua. Kami berharap post ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *