Pengertian Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

By | Juli 31, 2018

Topik kita sekarang yakni Pengertian Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Waralaba yaitu pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian  Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Dengan kata lain, franchise yakni penguasaan usaha dengan sistim penyerahan hak pengaplikasian merk dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kontrak. Selain itu, franchisee pun dikasih hak buat membuka usaha dan mengerjakan keseluruhan system bisnisnya dengan menerapkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba merupakan siasat memperluas network bisnis dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku buat seluruh franchisee dalam melakukan bisnis. Waralaba adalah satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perusahaan yang punya merek dagang populer, serta system manajemen, keuangan, dan marketing yang telah mantap. Franchise adalah suatu pengendalian bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang diatur oleh franchisor.

Pengertian Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Usaha waralaba adalah upaya marketing yang bertujuan mengoptimalkan jaringan usaha dan memenuhi keperluan pembeli. Definisi lainnya merupakan suatu format kerja sama yang diikuti kontrak bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi ijin atau hak kepada franchisee buat menerapkan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional usaha yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi balasan biaya dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Waralaba ialah satu bentuk usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat kesepakatan jual beli hak monopoli untuk mengendalikan bisnis (franchise). Kerja sama ini rata-rata dengan bantuan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan kwalitas, riset, nasihat regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba yakni perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan menurut prasyarat yang diatur oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan terobosan atau ciri khas usaha misalnya sistem manajemen, siasat penjualan, cara perapihan, atau strategi distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa waralaba ialah hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah terbukti sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain berdasarkan kesepakatan franchise. Pada tata tertib itu, dapat dipahami bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penemuan ciri khas bisnis kemudian dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual itu ialah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise yaitu satu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak pada individu atau perusahaan buat melaksanakan usaha dengan merek, nama, sistem, prosedur, dan upaya-upaya yang udah diatur sebelumnya dalam rentang waktu tertentu meliputi daerah tertentu.

Pengertian Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Waralaba yaitu sistim distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk menerima hak memasarkan produk atau jasa yang umumnya memanfaatkan format dan sistim usaha yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab melindungi kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilaksanakan oleh franchisee, misalnya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menanamkan investasi pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengungkapkan bahwa waralaba ialah satu lisensi merek dari pemilik yang membolehkan orang lain buat menjual barang atau service atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai satu teknik pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba ialah sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang dikasih pada orang lain (franchisee) buat menerapkan barang (merk) itu pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendeskripsikan franchise sebagai bisnis yang memberikan laba atau profit benar-benar istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian informasi tentang Pengertian Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia, kami harap postingan ini membantu Anda. Tolong post ini dishare supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *