Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

By | Desember 25, 2018

Kali ini kami akan bahas berkaitan dengan Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Waralaba adalah pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian  Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, waralaba ialah pengontrolan bisnis dengan sistem penyerahan hak pemakaian merk dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi persetujuan. Di samping itu, franchisee pun diberi hak untuk membuka bisnis dan mengaplikasikan keseluruhan system bisnisnya dengan memanfaatkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise merupakan sistem memperluas jaringan bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku buat semua franchisee dalam mempraktikkan bisnis. Franchise merupakan satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang mempunyai merek dagang kondang, serta sistem manajemen, financial, dan pemasaran yang sudah mantap. Franchise merupakan suatu penguasaan bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Usaha franchise ialah strategi pemasaran yang bertujuan mengembangkan jaringan bisnis dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Definisi lainnya adalah suatu bentuk kerja sama yang diikuti persetujuan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi ijin atau hak pada franchisee untuk mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberikan imbalan fee dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan biaya lain terhadap franchisor.

Waralaba merupakan suatu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat kemufakatan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). Kerja sama ini kebanyakan dengan bantuan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kwalitas, riset, tuntunan aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba yaitu perserikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan menurut syarat yang diatur oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan temuan atau ciri khas usaha contohnya sistim manajemen, sistem penjualan, siasat penataan, atau strategi distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menerangkan bahwa waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan kontrak franchise. Pada aturan itu, dapat dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas bisnis selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual tersebut adalah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba ialah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak pada individu atau perusahaan untuk mengaplikasikan bisnis dengan merk, nama, system, mekanisme, dan metode-metode yang sudah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu mencakup area tertentu.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Franchise ialah system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak memasarkan produk atau jasa yang kebanyakan menerapkan format dan sistim bisnis yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan waralaba sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban mempertahankan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee, contohnya lewat training, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menanamkan investasi pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa franchise merupakan sebuah lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain buat menjual barang atau service atas nama merk itu.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai sebuah taktik marketing dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba adalah satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk memanfaatkan barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau keuntungan sangat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Demikian info berkaitan dengan Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah, kami harap post kali ini bermanfaat untuk Anda. Tolong post ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *