Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

By | September 2, 2018

Pembahasan kita sekarang ialah Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Franchise adalah pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian  Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Dengan kata lain, franchise adalah pengontrolan usaha dengan sistem penyerahan hak pemanfaatan nama dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Di samping itu, franchisee pun diberi kewenangan untuk membuka usaha dan melaksanakan keseluruhan sistim usahanya dengan memakai merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise adalah cara memperluas network bisnis dengan memasarkan merk disertai konsep standar yang berlaku buat semua franchisee dalam mengerjakan bisnis. Franchise yaitu satu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perusahaan yang memiliki merek dagang populer, serta sistim manajemen, keuangan, dan pemasaran yang telah mantap. Franchise yakni suatu pengendalian usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Bisnis franchise yaitu siasat marketing yang bertujuan meluaskan network bisnis dan memenuhi keperluan pembeli. Definisi lainnya merupakan suatu format kerja sama yang diikuti perjanjian bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan izin atau hak pada franchisee untuk memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan system operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberikan imbalan biaya dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Waralaba adalah satu format usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melaksanakan perjanjian jual beli hak monopoli buat menjalankan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan suport awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol mutu, riset, tuntunan peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba adalah persekutuan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang diatur oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis misalnya sistim manajemen, taktik penjualan, sistim pemberesan, atau siasat distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa waralaba yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang telah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau diterapkan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian franchise. Pada tata tertib itu, bisa dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penemuan ciri khas bisnis lalu disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual tersebut yaitu franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise yakni satu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak terhadap individu atau perusahaan buat melaksanakan usaha dengan merk, nama, sistem, mekanisme, dan strategi-strategi yang telah diatur sebelumnya dalam rentang waktu tertentu mencakup kawasan tertentu.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Franchise adalah system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang biasanya memakai wujud dan system usaha yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan waralaba sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, misalnya melalui training, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menanamkan investasi pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengungkapkan bahwa franchise yaitu sebuah lisensi merk dari pemilik yang mengizinkan orang lain untuk menjual barang atau jasa atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai sebuah metode marketing dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak pada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba merupakan satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberi kepada orang lain (franchisee) untuk mengaplikasikan barang (merk) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendeskripsikan franchise sebagai usaha yang memberi laba atau keuntungan amat sangat istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘profit’.

Sekian informasi perihal Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah, kami harap postingan kali ini bermanfaat buat Anda. Mohon post ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *