Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association

By | Januari 15, 2019

Topik kita kali ini adalah Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Waralaba yakni pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian  Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association

Dengan kata lain, waralaba ialah pengaturan usaha dengan cara penyerahan hak pemanfaatan merk dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Di samping itu, franchisee pun dikasih wewenang untuk membuka usaha dan melaksanakan keseluruhan sistem usahanya dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yaitu sistem memperluas network bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam melaksanakan usaha. Franchise ialah satu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perorangan yang punya merek dagang kondang, serta system manajemen, financial, dan marketing yang udah mantap. Waralaba yakni suatu kontrol bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang diatur oleh franchisor.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association

Usaha waralaba ialah metode marketing yang bertujuan mengoptimalkan network bisnis dan memenuhi keperluan konsumen. Definisi lainnya ialah suatu format kerja sama yang diikuti kesepakatan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi izin atau hak pada franchisee untuk menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberikan balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain pada franchisor.

Waralaba ialah satu format bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan perjanjian jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan suport awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, penguasaan kwalitas, riset, nasihat peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba merupakan perserikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu balasan menurut prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis umpamanya system manajemen, taktik penjualan, metode perapihan, atau metode distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengatakan bahwa waralaba merupakan hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah teruji berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan kontrak franchise. Pada peraturan tersebut, bisa dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penemuan ciri khas bisnis kemudian dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual tersebut yaitu franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa pada pelanggan akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merk, nama, system, prosedur, dan cara-cara yang sudah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi daerah tertentu.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association

Waralaba yaitu sistim distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang umumnya memanfaatkan bentuk dan system usaha yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban melindungi kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee, umpamanya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau kawasan franchisee menginvestasikan pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengungkapkan bahwa franchise ialah satu lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain untuk memasarkan produk atau jasa atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai sebuah taktik pemasaran dan distribusi yang dilaksanakan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise yakni satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendeskripsikan franchise sebagai usaha yang memberi laba atau keuntungan sangat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian info berkaitan dengan Pengertian Waralaba atau Franchise Menurut International Franchise Association, kami harap artikel kali ini bermanfaat untuk kalian. Kami berharap postingan ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *