Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

By | Oktober 26, 2018

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan tentang Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Franchise merupakan pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, waralaba merupakan pengaturan usaha dengan cara pemberian hak penerapan merek dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Di samping itu, franchisee pun diberi hak buat membuka bisnis dan mengoperasikan keseluruhan system usahanya dengan memanfaatkan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise adalah sistem memperluas network usaha dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam mengoperasikan usaha. Franchise yaitu satu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perorangan yang mempunyai merk dagang ternama, serta sistem manajemen, financial, dan marketing yang udah mantap. Waralaba ialah suatu pengontrolan usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Usaha waralaba yaitu sistem pemasaran yang bertujuan melebarkan jaringan usaha dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Definisi lainnya adalah suatu bentuk kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi ijin atau hak terhadap franchisee untuk menerapkan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi balasan fee dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Franchise yakni satu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melangsungkan perjanjian jual beli hak monopoli buat mengendalikan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan suport awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol kualitas, riset, pengarahan hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba yaitu perikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan syarat yang diatur oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas usaha contohnya system manajemen, strategi penjualan, strategi pemberesan, atau sistim distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menyatakan bahwa waralaba ialah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah terbukti sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut kontrak waralaba. Pada peraturan tersebut, dapat dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas bisnis kemudian dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual itu adalah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba adalah satu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan untuk menyelenggarakan bisnis dengan merk, nama, sistim, prosedur, dan taktik-taktik yang sudah ditentukan sebelumnya dalam rentang waktu tertentu meliputi kawasan tertentu.

Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Waralaba yakni system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak menjual produk atau jasa yang umumnya memakai wujud dan sistem bisnis yang sudah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan franchise sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee, contohnya melewati pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menginvestasikan pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengatakan bahwa waralaba ialah sebuah lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain untuk menjual barang atau service atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai satu cara pemasaran dan distribusi yang dilaksanakan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise yaitu sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) buat menerapkan barang (merk) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan franchise sebagai bisnis yang memberi laba atau profit amat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian informasi perihal Pengertian Usaha Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah, semoga post kali ini bermanfaat buat kalian. Mohon artikel ini dibagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *