Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

By | November 15, 2018

Di artikel ini kami akan ulas mengenai Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Waralaba yakni penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, franchise ialah pengontrolan bisnis dengan metode penyerahan hak penerapan nama dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee buat memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kontrak. Di samping itu, franchisee pun diberi kewenangan untuk membuka usaha dan mempraktikkan keseluruhan sistem bisnisnya dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yakni siasat memperluas jaringan usaha dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam melakukan bisnis. Waralaba yaitu satu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perusahaan yang punya merk dagang populer, serta system manajemen, financial, dan marketing yang sudah mantap. Waralaba merupakan suatu pengaturan usaha di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang diatur oleh franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Bisnis waralaba merupakan siasat marketing yang bertujuan mengembangkan jaringan bisnis dan memenuhi keperluan pembeli. Definisi lainnya adalah suatu bentuk kerja sama yang diikuti kemufakatan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi ijin atau hak terhadap franchisee untuk memanfaatkan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistem operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi imbalan biaya dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Franchise yakni suatu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan kemufakatan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (franchise). Kerja sama ini biasanya dengan bantuan awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan kwalitas, riset, pengarahan aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise yakni kontrak di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan menurut prasyarat yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas bisnis contohnya sistem manajemen, cara penjualan, sistim perapihan, atau sistim distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menyatakan bahwa franchise yaitu hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang sudah teruji sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut negosiasi waralaba. Pada aturan itu, dapat dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau terobosan ciri khas bisnis selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba adalah satu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak terhadap individu atau perusahaan untuk mengadakan usaha dengan merek, nama, sistim, mekanisme, dan teknik-teknik yang sudah diatur sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi daerah tertentu.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Franchise adalah system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapat hak menjual produk atau jasa yang biasanya menggunakan format dan sistim usaha yang sudah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendefinisikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban mempertahankan kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dijalankan oleh franchisee, umpamanya melalui pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau kawasan franchisee menanamkan investasi pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menerangkan bahwa franchise yakni sebuah lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merk itu.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai sebuah metode pemasaran dan distribusi yang dikerjakan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise ialah sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang dikasih pada orang lain (franchisee) buat mengaplikasikan barang (merek) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan franchise sebagai bisnis yang memberikan laba atau profit sangat istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Demikian info terkait dengan Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah, kami harap post ini berguna untuk kalian. Tolong artikel ini dishare agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *