Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

By | Desember 24, 2018

Pembahasan kita sekarang adalah Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Franchise merupakan pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Dengan kata lain, waralaba merupakan pengaturan bisnis dengan system penyerahan hak pemanfaatan nama dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Di samping itu, franchisee pun dikasih wewenang buat membuka usaha dan mempraktikkan keseluruhan system bisnisnya dengan memakai merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise adalah metode memperluas jaringan usaha dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku bagi semua franchisee dalam melakukan bisnis. Franchise yakni satu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perusahaan yang memiliki merek dagang kondang, serta system manajemen, keuangan, dan marketing yang telah mantap. Franchise yaitu suatu kontrol usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Usaha waralaba merupakan siasat pemasaran yang bertujuan melebarkan network usaha dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Pengertian lainnya yakni suatu wujud kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi ijin atau hak terhadap franchisee buat menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Waralaba ialah satu format usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan negosiasi jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (franchise). Kerja sama ini rata-rata dengan dorongan awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kualitas, riset, pengarahan hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba adalah kontrak di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan syarat yang diatur oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis misalnya system manajemen, sistim penjualan, cara pemberesan, atau taktik distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menerangkan bahwa waralaba yaitu hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah teruji berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau diterapkan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba. Pada peraturan itu, dapat dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas usaha kemudian disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menggunakan hak atas kekayaan intelektual itu ialah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba yaitu satu sistem pendistribusian barang atau jasa pada pelanggan akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak pada individu atau perusahaan untuk mengerjakan bisnis dengan merk, nama, sistem, prosedur, dan cara-cara yang telah diatur sebelumnya dalam bentang waktu tertentu mencakup kawasan tertentu.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Franchise ialah sistem distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang rata-rata menggunakan format dan sistim bisnis yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan waralaba sebagai ikatan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, misalnya lewat pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menanamkan investasi pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menyatakan bahwa waralaba ialah sebuah lisensi merk dari pemilik yang memperbolehkan orang lain buat memasarkan barang atau service atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai satu strategi marketing dan distribusi yang dilaksanakan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak pada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba yaitu satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberi kepada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau keuntungan betul-betul istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Demikian informasi terkait dengan Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia, kami harap post ini mencerahkan Anda. Tolong postingan ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *