Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

By | Agustus 27, 2018

Pembahasan kita sekarang yakni Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM. Di Indonesia, kata franchise ditafsirkan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Franchise adalah penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Dengan kata lain, waralaba yakni pengaturan bisnis dengan cara pemberian hak pemakaian merek dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi negosiasi. Di samping itu, franchisee pun diberikan wewenang untuk membuka bisnis dan memakai keseluruhan system bisnisnya dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yakni teknik memperluas jaringan bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku buat semua franchisee dalam mengimplementasikan bisnis. Franchise ialah suatu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perusahaan yang memiliki merek dagang terkenal, serta sistim manajemen, keuangan, dan marketing yang udah mantap. Franchise adalah suatu pengontrolan bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Usaha waralaba merupakan taktik pemasaran yang bertujuan mengoptimalkan jaringan bisnis dan memenuhi keperluan pembeli. Definisi lainnya ialah suatu format kerja sama yang diikuti kontrak bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi ijin atau hak pada franchisee untuk memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan system operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi imbalan fee dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Franchise ialah suatu format usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan negosiasi jual beli hak monopoli buat mengendalikan usaha (waralaba). Kerja sama ini lazimnya dengan support awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, penguasaan kualitas, riset, nasehat hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Menurut versi pemerintah Indonesia franchise yaitu perikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau menerapkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas usaha umpamanya sistem manajemen, system penjualan, siasat pembenahan, atau strategi distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba adalah hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah teruji berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan kesepakatan waralaba. Pada peraturan tersebut, bisa dipahami bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas bisnis lalu dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual tersebut adalah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba merupakan suatu system pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan buat menyelenggarakan usaha dengan merek, nama, sistem, mekanisme, dan metode-metode yang udah diatur sebelumnya dalam bentang waktu tertentu mencakup zona tertentu.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Franchise yaitu sistem distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapat hak menjual produk atau jasa yang biasanya memanfaatkan bentuk dan system usaha yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan waralaba sebagai ikatan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilaksanakan oleh franchisee, umpamanya melewati pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menanamkan investasi pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengemukakan bahwa waralaba adalah sebuah lisensi merek dari pemilik yang menyetujui orang lain untuk menjual barang atau jasa atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai satu sistem marketing dan distribusi yang dijalankan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise ialah sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang dikasih pada orang lain (franchisee) buat memakai barang (merek) itu pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) menginterpretasikan franchise sebagai usaha yang memberi laba atau profit sangat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Demikian info terkait dengan Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut LPPM, kami harap postingan kali ini mencerahkan teman-teman semua. Mohon post ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *