Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

By | Februari 13, 2019

Pembahasan kita kali ini yakni Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Waralaba merupakan pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dengan kata lain, franchise adalah pengontrolan bisnis dengan sistim penyerahan hak pengaplikasian merek dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Di samping itu, franchisee pun dikasih wewenang untuk membuka bisnis dan melakukan keseluruhan system usahanya dengan memanfaatkan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise merupakan siasat memperluas jaringan usaha dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam mengaplikasikan usaha. Franchise adalah satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang mempunyai merek dagang terkenal, serta sistem manajemen, keuangan, dan marketing yang sudah mantap. Franchise yakni suatu kontrol bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditentukan oleh franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Bisnis franchise yakni cara pemasaran yang bertujuan meluaskan network usaha dan memenuhi keperluan pelanggan. Pengertian lainnya merupakan suatu format kerja sama yang diikuti perjanjian bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi izin atau hak pada franchisee untuk menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistem operasional usaha yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Franchise merupakan satu format usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat persetujuan jual beli hak monopoli buat menyelenggarakan usaha (franchise). Kerja sama ini kebanyakan dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan mutu, riset, tuntunan peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba ialah perserikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu balasan menurut syarat yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan terobosan atau ciri khas usaha contohnya system manajemen, sistem penjualan, system pemberesan, atau sistim distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa franchise adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau diterapkan oleh pihak lain berdasarkan persetujuan waralaba. Pada peraturan itu, dapat dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas bisnis selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memakai hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba yakni satu system pendistribusian barang atau jasa kepada pembeli akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan untuk melakukan usaha dengan merk, nama, sistem, prosedur, dan metode-metode yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu meliputi daerah tertentu.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Waralaba merupakan system distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang kebanyakan menggunakan wujud dan system bisnis yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan franchise sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab mempertahankan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilaksanakan oleh franchisee, misalnya melalui pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menginvestasikan pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengungkapkan bahwa waralaba adalah satu lisensi merek dari pemilik yang mengizinkan orang lain untuk menjual produk atau service atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai satu siasat marketing dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak pada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise merupakan sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang dikasih pada orang lain (franchisee) buat menerapkan barang (merk) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan franchise sebagai bisnis yang memberi laba atau profit sangat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian informasi berkaitan dengan Pengertian Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, semoga postingan kali ini berguna untuk Anda. Kami berharap artikel ini diviralkan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *