Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

By | April 29, 2018

Topik kita kali ini yakni Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise ditafsirkan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Franchise yakni pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, franchise adalah penguasaan bisnis dengan system pemberian hak pengaplikasian nama dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kontrak. Di samping itu, franchisee juga diberikan hak untuk membuka usaha dan mempraktikkan keseluruhan sistem bisnisnya dengan mengaplikasikan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba yaitu cara memperluas network usaha dengan memasarkan merk disertai konsep standar yang berlaku buat semua franchisee dalam melaksanakan usaha. Waralaba ialah satu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perusahaan yang punya merk dagang kenamaan, serta sistem manajemen, financial, dan marketing yang telah mantap. Franchise yakni suatu pengaturan bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Bisnis waralaba yaitu cara pemasaran yang bertujuan mengoptimalkan network bisnis dan memenuhi keperluan konsumen. Pengertian lainnya adalah suatu wujud kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan izin atau hak pada franchisee buat menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi imbalan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Waralaba yaitu suatu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melangsungkan kontrak jual beli hak monopoli buat menjalankan bisnis (franchise). Kerja sama ini kebanyakan dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kwalitas, riset, bimbingan peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise yakni perserikatan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan prasyarat yang diatur oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis contohnya sistim manajemen, sistem penjualan, siasat penataan, atau metode distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa franchise merupakan hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah teruji sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba. Pada regulasi itu, dapat dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas usaha lalu disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memakai hak atas kekayaan intelektual tersebut yaitu franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise adalah satu system pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk mengadakan bisnis dengan merk, nama, sistim, mekanisme, dan taktik-taktik yang udah diatur sebelumnya dalam rentang waktu tertentu meliputi area tertentu.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Franchise adalah sistem distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak menjual produk atau jasa yang kebanyakan mengaplikasikan bentuk dan system usaha yang telah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dijalankan oleh franchisee, umpamanya melalui pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menanamkan investasi pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa waralaba adalah sebuah lisensi merk dari pemilik yang memperkenankan orang lain untuk memasarkan barang atau jasa atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai satu cara marketing dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise adalah satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang dikasih pada orang lain (franchisee) untuk memanfaatkan barang (merk) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan franchise sebagai usaha yang memberikan laba atau keuntungan betul-betul istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Sekian informasi mengenai Pengertian Usaha Franchise Menurut Peraturan Pemerintah, kami harap artikel ini membantu Anda. Mohon postingan ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *