Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah

By | Juli 28, 2018

Pada kesempatan ini kami akan ulas seputar Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Franchise yaitu pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Dengan kata lain, waralaba merupakan kontrol bisnis dengan sistem penyerahan hak penerapan merek dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Selain itu, franchisee pun diberi kewenangan buat membuka bisnis dan memakai keseluruhan system usahanya dengan memakai merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba merupakan taktik memperluas jaringan bisnis dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam melaksanakan bisnis. Waralaba adalah suatu pola kemitraan usaha yang dimiliki oleh perorangan yang memiliki merek dagang ternama, serta system manajemen, financial, dan pemasaran yang telah mantap. Waralaba adalah suatu pengontrolan usaha di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang ditentukan oleh franchisor.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Bisnis franchise merupakan metode marketing yang bertujuan mengoptimalkan jaringan usaha dan memenuhi kebutuhan pembeli. Definisi lainnya ialah suatu format kerja sama yang diikuti persetujuan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberikan izin atau hak terhadap franchisee buat memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistem operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberikan balasan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Franchise yaitu satu format bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin kesepakatan jual beli hak monopoli buat mengendalikan usaha (franchise). Kerja sama ini biasanya dengan bantuan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol mutu, riset, nasehat peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba yaitu perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dimiliki pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan syarat yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas usaha umpamanya sistim manajemen, sistim penjualan, system penataan, atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa franchise yaitu hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang sudah teruji berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan negosiasi waralaba. Pada tata tertib itu, bisa dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas bisnis kemudian dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang menggunakan hak atas kekayaan intelektual itu yakni franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba merupakan satu system pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberikan hak pada individu atau perusahaan buat melangsungkan bisnis dengan merek, nama, sistem, mekanisme, dan upaya-upaya yang telah ditentukan sebelumnya dalam rentang waktu tertentu mencakup kawasan tertentu.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Franchise merupakan sistim distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapat hak menjual produk atau jasa yang umumnya menerapkan bentuk dan sistem bisnis yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan franchise sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilakukan oleh franchisee, contohnya lewat training, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menginvestasikan pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengungkapkan bahwa franchise ialah satu lisensi merek dari pemilik yang mengizinkan orang lain untuk menjual barang atau jasa atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai satu metode marketing dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba ialah sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) buat memakai barang (merk) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau keuntungan betul-betul istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘profit’.

Sekian info terkait dengan Pengertian Usaha Franchise Menurut Pemerintah, semoga postingan ini bermanfaat untuk kawan-kawan semua. Mohon artikel ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *