Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI

By | September 15, 2018

Di postingan ini kami akan bahas terkait dengan Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Franchise ialah pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI

Dengan kata lain, franchise merupakan pengendalian usaha dengan sistim pemberian hak penerapan merk dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi persetujuan. Selain itu, franchisee pun dikasih wewenang untuk membuka bisnis dan mempraktikkan keseluruhan sistem bisnisnya dengan menerapkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba merupakan sistem memperluas jaringan usaha dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam mempraktikkan bisnis. Franchise adalah satu pola kemitraan usaha yang dimiliki oleh perusahaan yang punya merek dagang kondang, serta sistim manajemen, financial, dan pemasaran yang sudah mantap. Franchise yaitu suatu pengontrolan usaha di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang diatur oleh franchisor.

Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI

Bisnis franchise yaitu strategi pemasaran yang bertujuan meluaskan network bisnis dan memenuhi kebutuhan pembeli. Pengertian lainnya adalah suatu bentuk kerja sama yang diikuti kemufakatan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi izin atau hak kepada franchisee buat mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi balasan biaya dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan fee lain kepada franchisor.

Franchise adalah satu bentuk usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melaksanakan kesepakatan jual beli hak monopoli buat mengendalikan usaha (franchise). Kerja sama ini biasanya dengan support awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kwalitas, riset, tuntunan regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI

Menurut versi pemerintah Indonesia franchise adalah perserikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau menerapkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dimiliki pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas usaha contohnya system manajemen, taktik penjualan, cara penataan, atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba ialah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah teruji berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain berdasarkan kesepakatan franchise. Pada regulasi tersebut, bisa dipahami bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penemuan ciri khas bisnis lalu dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memakai hak atas kekayaan intelektual tersebut yakni franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise adalah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa pada pelanggan akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan untuk menyelenggarakan bisnis dengan merk, nama, sistem, mekanisme, dan teknik-teknik yang sudah ditentukan sebelumnya dalam rentang waktu tertentu mencakup daerah tertentu.

Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI

Waralaba adalah sistim distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang lazimnya memakai wujud dan system usaha yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dikerjakan oleh franchisee, misalnya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengemukakan bahwa franchise ialah satu lisensi merek dari pemilik yang membolehkan orang lain untuk memasarkan barang atau jasa atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai satu siasat marketing dan distribusi yang dikerjakan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise adalah sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk memakai barang (merek) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai usaha yang memberi laba atau profit sungguh-sungguh istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Demikian info seputar Pengertian Usaha Franchise Menurut AFI, kami harap artikel kali ini bermanfaat buat Anda. Tolong postingan ini dishare agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *