Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

By | Februari 18, 2019

Pembahasan kita kali ini yaitu Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Waralaba yakni penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, waralaba merupakan penguasaan bisnis dengan sistim pemberian hak penerapan merek dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Di samping itu, franchisee juga diberi hak buat membuka bisnis dan menerapkan keseluruhan system bisnisnya dengan menerapkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba merupakan taktik memperluas jaringan usaha dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam mempraktikkan usaha. Waralaba ialah satu pola kemitraan usaha yang dimiliki oleh perusahaan yang mempunyai merk dagang terkenal, serta system manajemen, financial, dan pemasaran yang telah mantap. Franchise merupakan suatu pengendalian bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Usaha franchise merupakan strategi pemasaran yang bertujuan mengoptimalkan network usaha dan memenuhi kebutuhan pembeli. Pengertian lainnya yakni suatu format kerja sama yang diikuti kesepakatan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi ijin atau hak kepada franchisee buat menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistim operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi balasan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Franchise ialah satu bentuk usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan negosiasi jual beli hak monopoli buat menyelenggarakan bisnis (waralaba). Kerja sama ini kebanyakan dengan support awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian kwalitas, riset, tuntunan regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba adalah perserikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas usaha contohnya system manajemen, strategi penjualan, sistem pemberesan, atau system distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba adalah hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut perjanjian waralaba. Pada tata tertib tersebut, bisa dimengerti bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas usaha selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise merupakan suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan untuk menunaikan usaha dengan merk, nama, system, mekanisme, dan upaya-upaya yang udah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu mencakup area tertentu.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Waralaba adalah sistem distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapat hak menjual produk atau jasa yang biasanya memanfaatkan bentuk dan sistem usaha yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan waralaba sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, umpamanya melalui pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menginvestasikan pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menerangkan bahwa franchise yakni satu lisensi merk dari pemilik yang menyetujui orang lain buat menjual barang atau service atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai sebuah taktik marketing dan distribusi yang dilaksanakan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise merupakan satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) buat menggunakan barang (merek) itu pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) menginterpretasikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau keuntungan sangat istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Demikian info perihal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah, kami harap postingan kali ini berguna buat kalian. Mohon postingan ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *