Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM

By | Desember 18, 2018

Di artikel ini kami akan ulas perihal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Waralaba yaitu pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM

Dengan kata lain, waralaba ialah pengaturan usaha dengan system pemberian hak pengaplikasian merek dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee buat memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi negosiasi. Selain itu, franchisee pun diberi hak buat membuka usaha dan mengerjakan keseluruhan system usahanya dengan memanfaatkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise adalah strategi memperluas network bisnis dengan memasarkan merk disertai konsep standar yang berlaku bagi semua franchisee dalam melakukan bisnis. Franchise ialah satu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perorangan yang punya merk dagang ternama, serta sistem manajemen, financial, dan pemasaran yang udah mantap. Franchise yakni suatu kontrol bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM

Bisnis waralaba yakni cara pemasaran yang bertujuan membangun jaringan bisnis dan memenuhi keperluan pembeli. Definisi lainnya yakni suatu bentuk kerja sama yang diikuti persetujuan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi izin atau hak pada franchisee buat mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistem operasional usaha yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Waralaba adalah suatu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan bisnis (waralaba). Kerja sama ini biasanya dengan support awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian mutu, riset, nasihat hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba yaitu persekutuan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan menurut syarat yang ditentukan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan temuan atau ciri khas usaha misalnya sistim manajemen, strategi penjualan, siasat pemberesan, atau sistim distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menyatakan bahwa waralaba yaitu hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah teruji berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain menurut kontrak franchise. Pada tata tertib tersebut, dapat dipahami bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas usaha selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual itu adalah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise ialah suatu system pendistribusian barang atau jasa pada pembeli akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan untuk melaksanakan usaha dengan merek, nama, sistim, prosedur, dan siasat-siasat yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam rentang waktu tertentu meliputi kawasan tertentu.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM

Franchise adalah sistem distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang lazimnya menggunakan wujud dan sistim usaha yang sudah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan waralaba sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilakukan oleh franchisee, contohnya lewat training, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau kawasan franchisee menginvestasikan pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menyatakan bahwa franchise merupakan satu lisensi merek dari pemilik yang menyetujui orang lain untuk memasarkan produk atau service atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai sebuah sistim marketing dan distribusi yang dilakukan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise yakni satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang dikasih kepada orang lain (franchisee) buat memanfaatkan barang (merk) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai usaha yang memberi laba atau profit benar-benar istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Demikian info terkait dengan Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba Menurut LPPM, kami harap postingan kali ini bermanfaat buat kalian. Mohon postingan ini dishare agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *