Pengertian Franchise Menurut Pemerintah

By | Maret 4, 2019

Di postingan ini kami akan jelaskan seputar Pengertian Franchise Menurut Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Franchise yaitu pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian  Franchise Menurut Pemerintah

Dengan kata lain, waralaba ialah pengaturan bisnis dengan cara pemberian hak pengaplikasian nama dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi negosiasi. Di samping itu, franchisee juga diberikan kewenangan buat membuka bisnis dan mengimplementasikan keseluruhan sistem usahanya dengan mengaplikasikan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yaitu siasat memperluas jaringan bisnis dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam mengerjakan usaha. Waralaba yaitu suatu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang punya merek dagang kondang, serta sistim manajemen, keuangan, dan marketing yang telah mantap. Franchise merupakan suatu pengendalian usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah

Usaha franchise yaitu taktik pemasaran yang bertujuan membangun jaringan usaha dan memenuhi kebutuhan konsumen. Definisi lainnya ialah suatu wujud kerja sama yang diikuti kesepakatan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi izin atau hak pada franchisee buat mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional usaha yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberikan balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Franchise ialah satu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melaksanakan perjanjian jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (franchise). Kerja sama ini biasanya dengan dorongan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian kualitas, riset, bimbingan aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba adalah kontrak di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan terobosan atau ciri khas usaha misalnya sistim manajemen, sistem penjualan, sistim pemberesan, atau strategi distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengatakan bahwa franchise adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang sudah teruji sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan kontrak waralaba. Pada aturan tersebut, bisa dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas bisnis kemudian dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual tersebut adalah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba ialah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberikan hak pada individu atau perusahaan untuk menunaikan bisnis dengan merek, nama, system, mekanisme, dan siasat-siasat yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu meliputi zona tertentu.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah

Franchise merupakan system distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk menerima hak menjual produk atau jasa yang biasanya memanfaatkan wujud dan sistim usaha yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban melindungi kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee, misalnya melewati training, di bawah merk dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa franchise yakni sebuah lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain untuk memasarkan barang atau service atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai sebuah strategi pemasaran dan distribusi yang dilakukan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise ialah sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang dikasih pada orang lain (franchisee) buat menggunakan barang (merek) itu pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan franchise sebagai usaha yang memberikan laba atau profit amat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian info berkaitan dengan Pengertian Franchise Menurut Pemerintah, kami harap post ini bermanfaat buat kalian. Kami berharap artikel ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *