Pengertian Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

By | Maret 5, 2019

Pembahasan kita kali ini yakni Pengertian Franchise Menurut Pemerintah Indonesia. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Franchise ialah pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian  Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Dengan kata lain, waralaba merupakan penguasaan usaha dengan sistem penyerahan hak penerapan merk dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kontrak. Selain itu, franchisee pun diberikan hak buat membuka bisnis dan melaksanakan keseluruhan sistem bisnisnya dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yakni cara memperluas network usaha dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam menjalankan bisnis. Waralaba merupakan satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perusahaan yang mempunyai merk dagang ternama, serta sistem manajemen, keuangan, dan pemasaran yang telah mantap. Waralaba yakni suatu pengendalian bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang diatur oleh franchisor.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Usaha franchise adalah metode marketing yang bertujuan meluaskan jaringan bisnis dan memenuhi keperluan pembeli. Definisi lainnya adalah suatu bentuk kerja sama yang diikuti perjanjian bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan izin atau hak pada franchisee untuk mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan system operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Waralaba yaitu satu bentuk bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan persetujuan jual beli hak monopoli buat menyelenggarakan bisnis (franchise). Kerja sama ini kebanyakan dengan suport awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian kualitas, riset, tuntunan regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba merupakan persekutuan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan menurut persyaratan yang ditentukan oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas usaha umpamanya sistim manajemen, metode penjualan, taktik pemberesan, atau siasat distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menerangkan bahwa franchise ialah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain menurut negosiasi waralaba. Pada peraturan itu, dapat dimengerti bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas bisnis kemudian disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual itu ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba ialah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melakukan bisnis dengan merek, nama, sistem, mekanisme, dan teknik-teknik yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu mencakup area tertentu.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Waralaba yaitu sistim distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapat hak memasarkan produk atau jasa yang umumnya mengaplikasikan format dan sistim usaha yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendefinisikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban mempertahankan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dikerjakan oleh franchisee, misalnya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengatakan bahwa franchise adalah satu lisensi merk dari pemilik yang memperkenankan orang lain untuk menjual barang atau jasa atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai satu siasat pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak pada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba merupakan sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi pada orang lain (franchisee) buat menerapkan barang (merek) itu pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau profit amat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘profit’.

Sekian informasi perihal Pengertian Franchise Menurut Pemerintah Indonesia, semoga post kali ini berguna buat kalian. Kami berharap postingan ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *