Pengertian Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

By | September 10, 2018

Sekarang kami akan ulas tentang Pengertian Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Franchise yaitu pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian  Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dengan kata lain, franchise yakni pengaturan bisnis dengan system penyerahan hak penerapan merek dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi persetujuan. Di samping itu, franchisee pun diberikan kewenangan buat membuka bisnis dan mengerjakan keseluruhan sistim usahanya dengan mengaplikasikan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yaitu cara memperluas network bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku buat semua franchisee dalam melaksanakan bisnis. Waralaba yakni satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang punya merek dagang ternama, serta system manajemen, financial, dan pemasaran yang telah mantap. Franchise ialah suatu penguasaan usaha di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang diatur oleh franchisor.

Pengertian Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Bisnis franchise merupakan siasat pemasaran yang bertujuan membangun jaringan usaha dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Pengertian lainnya yakni suatu format kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi ijin atau hak kepada franchisee buat memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan system operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi balasan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain terhadap franchisor.

Franchise ialah suatu bentuk bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat negosiasi jual beli hak monopoli buat mengendalikan usaha (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan suport awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kwalitas, riset, bimbingan regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Menurut versi pemerintah Indonesia franchise merupakan persekutuan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan prasyarat yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan terobosan atau ciri khas bisnis misalnya sistim manajemen, taktik penjualan, metode perapihan, atau siasat distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa franchise yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang sudah terbukti sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain menurut kontrak waralaba. Pada regulasi itu, dapat dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas usaha lalu dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menggunakan hak atas kekayaan intelektual itu yakni franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise ialah satu sistim pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak pada individu atau perusahaan untuk mengoperasikan usaha dengan merek, nama, sistim, prosedur, dan siasat-siasat yang sudah ditentukan sebelumnya dalam rentang waktu tertentu meliputi area tertentu.

Pengertian Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Franchise ialah sistem distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang umumnya memanfaatkan wujud dan sistem bisnis yang telah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendefinisikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, umpamanya melalui training, di bawah merek dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau kawasan franchisee menanamkan investasi pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menyatakan bahwa franchise merupakan sebuah lisensi merek dari pemilik yang membolehkan orang lain untuk memasarkan barang atau service atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai satu system marketing dan distribusi yang dikerjakan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise adalah satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi pada orang lain (franchisee) buat memakai barang (merk) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendeskripsikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau profit amat sangat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian informasi berkaitan dengan Pengertian Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, kami harap artikel ini berguna buat kawan-kawan semua. Mohon post ini disebarluaskan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *