Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

By | Juli 26, 2018

Di postingan ini kami akan ulas perihal Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Franchise yaitu pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, franchise ialah penguasaan usaha dengan sistem penyerahan hak penerapan nama dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Selain itu, franchisee pun dikasih wewenang untuk membuka bisnis dan mempraktikkan keseluruhan sistem bisnisnya dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba merupakan sistem memperluas network bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam mengimplementasikan bisnis. Waralaba adalah satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang mempunyai merk dagang kondang, serta system manajemen, keuangan, dan marketing yang telah mantap. Waralaba merupakan suatu pengontrolan bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang diatur oleh franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Usaha franchise adalah siasat marketing yang bertujuan melebarkan network bisnis dan memenuhi keperluan konsumen. Definisi lainnya ialah suatu bentuk kerja sama yang diikuti kesepakatan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi izin atau hak pada franchisee untuk memanfaatkan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberikan balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Waralaba ialah satu bentuk bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan persetujuan jual beli hak monopoli buat menjalankan bisnis (franchise). Kerja sama ini kebanyakan dengan bantuan awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kwalitas, riset, pengarahan hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba merupakan perserikatan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan menurut prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas usaha misalnya system manajemen, sistem penjualan, metode pembenahan, atau sistem distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa franchise yakni hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut kemufakatan franchise. Pada regulasi tersebut, dapat dimengerti bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas usaha lalu dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual tersebut yakni franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise ialah suatu sistim pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak pada individu atau perusahaan untuk mengaplikasikan bisnis dengan merek, nama, system, prosedur, dan metode-metode yang udah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu mencakup kawasan tertentu.

Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Franchise yakni sistem distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapat hak memasarkan produk atau jasa yang lazimnya memakai format dan sistem bisnis yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, umpamanya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau kawasan franchisee menginvestasikan pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengatakan bahwa waralaba merupakan sebuah lisensi merk dari pemilik yang mengizinkan orang lain untuk memasarkan barang atau service atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai sebuah teknik marketing dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba yakni sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) buat menggunakan barang (merk) itu pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan franchise sebagai usaha yang memberi laba atau keuntungan amat istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Sekian info terkait dengan Pengertian Bisnis Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah, kami harap artikel kali ini mencerahkan teman-teman semua. Mohon post ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *