Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

By | April 3, 2018

Di artikel ini kami akan ulas berkaitan dengan Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Franchise merupakan pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, franchise yaitu penguasaan usaha dengan cara penyerahan hak pemakaian merek dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Selain itu, franchisee pun dikasih kewenangan untuk membuka bisnis dan mempraktikkan keseluruhan sistim bisnisnya dengan memakai merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba adalah teknik memperluas jaringan bisnis dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam mempraktikkan usaha. Waralaba yaitu suatu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perusahaan yang mempunyai merk dagang kondang, serta system manajemen, financial, dan marketing yang telah mantap. Waralaba yaitu suatu pengontrolan bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang diatur oleh franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Usaha franchise yaitu taktik pemasaran yang bertujuan melebarkan network usaha dan memenuhi kebutuhan pembeli. Definisi lainnya merupakan suatu bentuk kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi ijin atau hak terhadap franchisee buat menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi imbalan fee dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Waralaba merupakan suatu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan kontrak jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan bisnis (franchise). Kerja sama ini umumnya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kwalitas, riset, tuntunan hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba yakni perikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau menerapkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan terobosan atau ciri khas usaha misalnya sistim manajemen, cara penjualan, taktik pemberesan, atau siasat distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa waralaba merupakan hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan kontrak waralaba. Pada regulasi itu, bisa dimengerti bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas usaha selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba yaitu suatu sistim pendistribusian barang atau jasa pada pelanggan akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak pada individu atau perusahaan untuk mengadakan usaha dengan merk, nama, sistim, prosedur, dan taktik-taktik yang udah diatur sebelumnya dalam rentang waktu tertentu mencakup area tertentu.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Waralaba yakni sistem distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak menjual produk atau jasa yang kebanyakan memakai format dan sistem usaha yang sudah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban memperhatikan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilakukan oleh franchisee, umpamanya melalui pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menginvestasikan pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengemukakan bahwa waralaba adalah sebuah lisensi merek dari pemilik yang memperkenankan orang lain untuk memasarkan produk atau service atas nama merk itu.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai sebuah cara pemasaran dan distribusi yang dilakukan oleh institusi usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba yaitu satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang dikasih pada orang lain (franchisee) buat memakai barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau keuntungan betul-betul istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Demikian info terkait dengan Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Peraturan Pemerintah, semoga postingan ini berguna untuk sahabat semua. Tolong artikel ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *