Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

By | November 23, 2018

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan tentang Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Waralaba yaitu pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Dengan kata lain, franchise adalah pengendalian bisnis dengan metode penyerahan hak pemakaian nama dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Di samping itu, franchisee juga dikasih hak untuk membuka usaha dan mengaplikasikan keseluruhan system bisnisnya dengan memakai merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba yaitu strategi memperluas network bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam mengimplementasikan bisnis. Waralaba merupakan satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang mempunyai merk dagang terkenal, serta sistem manajemen, keuangan, dan pemasaran yang udah mantap. Waralaba merupakan suatu penguasaan bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang ditentukan oleh franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Bisnis franchise yaitu siasat marketing yang bertujuan melebarkan jaringan bisnis dan memenuhi kebutuhan pembeli. Pengertian lainnya merupakan suatu bentuk kerja sama yang diikuti kontrak bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan ijin atau hak terhadap franchisee untuk mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan imbalan biaya dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan biaya lain terhadap franchisor.

Franchise merupakan suatu bentuk bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat kontrak jual beli hak monopoli buat menjalankan usaha (franchise). Kerja sama ini kebanyakan dengan support awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan kualitas, riset, nasehat peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba adalah perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan menurut syarat yang ditetapkan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas usaha umpamanya sistem manajemen, cara penjualan, teknik pemberesan, atau sistem distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa franchise yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang sudah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut kontrak franchise. Pada regulasi tersebut, dapat dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penemuan ciri khas usaha lalu dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual tersebut yaitu franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise yakni satu system pendistribusian barang atau jasa kepada pembeli akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan buat menyelenggarakan usaha dengan merek, nama, sistim, mekanisme, dan upaya-upaya yang sudah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu mencakup zona tertentu.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Waralaba yakni sistem distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak memasarkan produk atau jasa yang kebanyakan memakai format dan sistem bisnis yang sudah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan waralaba sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab memperhatikan kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilaksanakan oleh franchisee, contohnya melalui pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menginvestasikan pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menerangkan bahwa waralaba merupakan sebuah lisensi merk dari pemilik yang mengizinkan orang lain buat memasarkan barang atau jasa atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai sebuah siasat pemasaran dan distribusi yang dikerjakan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise yakni satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberi pada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merk) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan franchise sebagai usaha yang memberi laba atau profit amat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Sekian informasi berkaitan dengan Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah, semoga post kali ini mencerahkan kalian. Tolong post ini dishare agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *