Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

By | Desember 16, 2018

Topik kita sekarang yakni Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia. Di Indonesia, kata franchise ditafsirkan sebagai “waralaba” (wara maknanya lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Waralaba yaitu penyerahan sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Dengan kata lain, franchise ialah kontrol bisnis dengan system penyerahan hak pengaplikasian nama dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi persetujuan. Di samping itu, franchisee juga dikasih kewenangan buat membuka bisnis dan mengoperasikan keseluruhan sistem bisnisnya dengan menggunakan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba yaitu metode memperluas network usaha dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku buat seluruh franchisee dalam menjalankan usaha. Franchise ialah suatu pola kemitraan usaha yang dimiliki oleh perusahaan yang mempunyai merk dagang kenamaan, serta sistem manajemen, keuangan, dan pemasaran yang sudah mantap. Waralaba adalah suatu pengaturan bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang diatur oleh franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Usaha waralaba ialah upaya marketing yang bertujuan mengoptimalkan network bisnis dan memenuhi kebutuhan pembeli. Pengertian lainnya merupakan suatu format kerja sama yang diikuti kemufakatan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi izin atau hak terhadap franchisee untuk menerapkan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan balasan fee dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Franchise yakni satu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat kontrak jual beli hak monopoli buat mengendalikan usaha (franchise). Kerja sama ini kebanyakan dengan suport awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kualitas, riset, tuntunan regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise adalah persekutuan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan syarat yang diatur oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas usaha contohnya sistem manajemen, system penjualan, strategi pemberesan, atau metode distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa franchise yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang telah teruji berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan persetujuan waralaba. Pada peraturan tersebut, bisa dimengerti bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penemuan ciri khas usaha selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise yakni satu system pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan buat melakukan bisnis dengan merk, nama, sistim, prosedur, dan siasat-siasat yang udah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu meliputi kawasan tertentu.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Franchise adalah sistim distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapat hak memasarkan produk atau jasa yang rata-rata mengaplikasikan format dan sistim bisnis yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan waralaba sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilaksanakan oleh franchisee, contohnya melalui training, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menanamkan investasi pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa franchise ialah satu lisensi merek dari pemilik yang membolehkan orang lain buat memasarkan produk atau service atas nama merk itu.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai sebuah sistim pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise merupakan sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi pada orang lain (franchisee) buat menggunakan barang (merk) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan franchise sebagai usaha yang memberikan laba atau profit betul-betul istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Sekian info tentang Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah Indonesia, kami harap artikel ini mencerahkan kawan-kawan semua. Kami berharap artikel ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *