Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

By | Mei 15, 2018

Sekarang kami akan ulas mengenai Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM. Di Indonesia, kata franchise ditafsirkan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Franchise adalah penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Dengan kata lain, waralaba ialah pengendalian bisnis dengan metode penyerahan hak pemanfaatan nama dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kesepakatan. Di samping itu, franchisee juga diberikan hak buat membuka bisnis dan melakukan keseluruhan sistem usahanya dengan mengaplikasikan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise merupakan sistem memperluas network bisnis dengan memasarkan merk disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam melaksanakan usaha. Waralaba adalah suatu pola kemitraan usaha yang dimiliki oleh perorangan yang memiliki merk dagang populer, serta sistim manajemen, financial, dan pemasaran yang udah mantap. Waralaba ialah suatu pengontrolan usaha di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan peraturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Usaha waralaba ialah metode pemasaran yang bertujuan meluaskan jaringan usaha dan memenuhi keperluan pelanggan. Definisi lainnya ialah suatu bentuk kerja sama yang diikuti perjanjian bahwa franchisor (pemilik franchise) memberikan izin atau hak kepada franchisee untuk menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi balasan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Waralaba ialah satu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat perjanjian jual beli hak monopoli buat menjalankan usaha (waralaba). Kerja sama ini biasanya dengan suport awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian kualitas, riset, nasehat aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba adalah perserikatan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas usaha contohnya sistem manajemen, metode penjualan, sistim perapihan, atau metode distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa franchise yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang sudah teruji berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain berdasarkan kontrak waralaba. Pada peraturan itu, bisa dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas bisnis selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual itu ialah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba ialah satu system pendistribusian barang atau jasa pada pembeli akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan buat menjalankan usaha dengan merek, nama, system, prosedur, dan metode-metode yang udah diatur sebelumnya dalam bentang waktu tertentu mencakup area tertentu.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Franchise yaitu sistem distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang kebanyakan menggunakan bentuk dan sistim usaha yang telah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab mempertahankan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee, umpamanya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menanamkan investasi pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa waralaba ialah sebuah lisensi merek dari pemilik yang mengizinkan orang lain untuk menjual barang atau jasa atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai satu taktik pemasaran dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise merupakan satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberi kepada orang lain (franchisee) untuk memakai barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendeskripsikan franchise sebagai usaha yang memberi laba atau profit betul-betul istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Demikian info perihal Pengertian Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM, kami harap postingan ini membantu kawan-kawan semua. Mohon postingan ini dibagikan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *