Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah

By | Mei 26, 2018

Pada kesempatan ini kami akan bahas berkaitan dengan Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise ditafsirkan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Franchise yakni pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah

Dengan kata lain, franchise yaitu pengendalian bisnis dengan sistim pemberian hak penerapan merek dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Selain itu, franchisee juga diberi kewenangan untuk membuka bisnis dan mengerjakan keseluruhan sistim usahanya dengan memakai merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yakni siasat memperluas network bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam mengimplementasikan bisnis. Franchise yaitu satu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perusahaan yang punya merek dagang populer, serta system manajemen, financial, dan marketing yang udah mantap. Franchise yakni suatu pengendalian usaha di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang ditentukan oleh franchisor.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah

Bisnis waralaba yakni upaya pemasaran yang bertujuan mengembangkan network bisnis dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Definisi lainnya yakni suatu bentuk kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan izin atau hak pada franchisee buat memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Waralaba yaitu satu bentuk usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan kesepakatan jual beli hak monopoli buat menyelenggarakan usaha (waralaba). Kerja sama ini rata-rata dengan bantuan awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan kualitas, riset, bimbingan peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba yakni perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan prasyarat yang diatur oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Selanjutnya, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis contohnya sistem manajemen, teknik penjualan, system penataan, atau taktik distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa franchise ialah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang telah teruji sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan negosiasi waralaba. Pada peraturan tersebut, dapat dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas usaha selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual itu yakni franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba merupakan satu sistem pendistribusian barang atau jasa pada pelanggan akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak terhadap individu atau perusahaan buat melakukan usaha dengan merk, nama, system, prosedur, dan strategi-strategi yang udah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah

Franchise merupakan system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak memasarkan produk atau jasa yang lazimnya mengaplikasikan wujud dan sistim bisnis yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilakukan oleh franchisee, misalnya melalui pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa franchise merupakan satu lisensi merek dari pemilik yang mengizinkan orang lain buat memasarkan produk atau service atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai sebuah sistem marketing dan distribusi yang dilaksanakan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba adalah satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) buat memakai barang (merk) itu pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) menginterpretasikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau keuntungan sungguh-sungguh istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Demikian info berkaitan dengan Pengertian Bisnis Franchise Menurut Pemerintah, semoga postingan ini membantu sahabat semua. Kami berharap artikel ini dibagikan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *