Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

By | Oktober 4, 2018

Sekarang kami akan jelaskan seputar Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara maknanya lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Waralaba adalah penyerahan sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dengan kata lain, franchise yakni pengendalian bisnis dengan sistim penyerahan hak penggunaan merk dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee buat memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi persetujuan. Selain itu, franchisee pun dikasih hak untuk membuka usaha dan melaksanakan keseluruhan sistim bisnisnya dengan menerapkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yaitu siasat memperluas network usaha dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam menjalankan bisnis. Waralaba yaitu satu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perorangan yang memiliki merk dagang ternama, serta system manajemen, keuangan, dan pemasaran yang sudah mantap. Waralaba ialah suatu pengendalian usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan peraturan yang ditentukan oleh franchisor.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Bisnis waralaba yakni taktik pemasaran yang bertujuan membangun network bisnis dan memenuhi kebutuhan konsumen. Pengertian lainnya merupakan suatu format kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi ijin atau hak kepada franchisee untuk mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi imbalan biaya dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Waralaba adalah satu format bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin negosiasi jual beli hak monopoli untuk mengendalikan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan dorongan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kualitas, riset, nasihat hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba merupakan persekutuan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan menurut prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas bisnis umpamanya system manajemen, metode penjualan, metode penataan, atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa franchise merupakan hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan persetujuan waralaba. Pada aturan itu, dapat dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas bisnis kemudian disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menggunakan hak atas kekayaan intelektual tersebut yakni franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba yakni suatu sistim pendistribusian barang atau jasa pada pembeli akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan untuk mengerjakan usaha dengan merk, nama, sistem, prosedur, dan taktik-taktik yang udah diatur sebelumnya dalam rentang waktu tertentu mencakup zona tertentu.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Franchise adalah sistim distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk menerima hak memasarkan produk atau jasa yang biasanya mengaplikasikan wujud dan sistem usaha yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai ikatan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban melindungi kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilakukan oleh franchisee, umpamanya melalui training, di bawah merk dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa franchise yaitu satu lisensi merek dari pemilik yang mengizinkan orang lain untuk memasarkan barang atau service atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai sebuah sistim pemasaran dan distribusi yang dikerjakan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak pada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba ialah satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberikan pada orang lain (franchisee) buat memanfaatkan barang (merek) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau keuntungan sungguh-sungguh istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Sekian informasi tentang Pengertian Bisnis Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, semoga artikel ini bermanfaat buat kalian. Kami berharap post ini diviralkan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *