Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

By | Oktober 15, 2018

Di postingan ini kami akan ulas terkait dengan Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!. Di Indonesia, kata franchise ditafsirkan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Waralaba merupakan penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Dengan kata lain, franchise ialah penguasaan usaha dengan sistim penyerahan hak pengaplikasian merk dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Selain itu, franchisee juga diberikan kewenangan buat membuka bisnis dan mengaplikasikan keseluruhan sistim bisnisnya dengan memakai merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba yakni sistem memperluas network usaha dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam mempraktikkan bisnis. Franchise ialah satu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perorangan yang punya merek dagang terkenal, serta sistim manajemen, keuangan, dan pemasaran yang sudah mantap. Waralaba merupakan suatu pengendalian usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan tersebut dengan peraturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Usaha waralaba yakni taktik marketing yang bertujuan memaksimalkan jaringan usaha dan memenuhi keperluan konsumen. Pengertian lainnya adalah suatu wujud kerja sama yang diikuti kontrak bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi izin atau hak pada franchisee untuk memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistim operasional usaha yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan imbalan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Franchise yakni satu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin perjanjian jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan bisnis (franchise). Kerja sama ini kebanyakan dengan dukungan awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol mutu, riset, nasehat peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise adalah perikatan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan menurut prasyarat yang ditentukan oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan terobosan atau ciri khas bisnis misalnya sistem manajemen, taktik penjualan, system penataan, atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba ialah hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang telah teruji sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan kontrak franchise. Pada regulasi itu, dapat dipahami bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas usaha selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual tersebut yakni franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise ialah satu system pendistribusian barang atau jasa kepada pembeli akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak pada individu atau perusahaan untuk mengoperasikan bisnis dengan merek, nama, sistim, prosedur, dan teknik-teknik yang telah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi zona tertentu.

Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Waralaba yaitu system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang umumnya mengaplikasikan wujud dan sistem bisnis yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan waralaba sebagai ikatan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dijalankan oleh franchisee, umpamanya melewati pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menginvestasikan pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengemukakan bahwa waralaba yakni satu lisensi merek dari pemilik yang menyetujui orang lain buat memasarkan produk atau service atas nama merk itu.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai sebuah metode marketing dan distribusi yang dijalankan oleh institusi usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise merupakan sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan pada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) itu pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan franchise sebagai usaha yang memberi laba atau keuntungan amat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Demikian info perihal Mengetahui Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!, semoga artikel ini bermanfaat buat Anda. Kami berharap post ini dishare biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *