Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

By | Januari 5, 2019

Di postingan ini kami akan jelaskan terkait dengan Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara maknanya lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Waralaba yakni penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Dengan kata lain, waralaba ialah penguasaan usaha dengan sistem pemberian hak pemakaian merek dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Selain itu, franchisee juga dikasih kewenangan untuk membuka bisnis dan melakukan keseluruhan sistem bisnisnya dengan menerapkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise ialah sistem memperluas jaringan usaha dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam mengoperasikan usaha. Waralaba yakni suatu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perorangan yang punya merek dagang populer, serta sistem manajemen, keuangan, dan pemasaran yang sudah mantap. Waralaba ialah suatu pengontrolan usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Usaha waralaba yakni sistem marketing yang bertujuan mengoptimalkan network bisnis dan memenuhi kebutuhan pembeli. Pengertian lainnya yakni suatu bentuk kerja sama yang diikuti perjanjian bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi izin atau hak pada franchisee untuk menerapkan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistim operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Waralaba yakni satu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan kontrak jual beli hak monopoli buat mengendalikan bisnis (franchise). Kerja sama ini umumnya dengan support awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol mutu, riset, nasihat hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba adalah kontrak di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dimiliki pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan prasyarat yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Selanjutnya, yang dimaksud dengan temuan atau ciri khas usaha misalnya sistem manajemen, taktik penjualan, strategi penataan, atau teknik distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah teruji sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain berdasarkan kemufakatan waralaba. Pada regulasi itu, dapat dipahami bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau terobosan ciri khas usaha lalu disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual tersebut yaitu franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba yakni satu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pembeli akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan buat menyelenggarakan bisnis dengan merk, nama, sistem, prosedur, dan siasat-siasat yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu mencakup daerah tertentu.

Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Waralaba yaitu sistem distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapatkan hak menjual produk atau jasa yang lazimnya memanfaatkan wujud dan sistim usaha yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilakukan oleh franchisee, umpamanya melalui pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menginvestasikan pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengatakan bahwa franchise merupakan satu lisensi merek dari pemilik yang memperbolehkan orang lain untuk memasarkan produk atau service atas nama merk itu.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai satu teknik marketing dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise adalah satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi kepada orang lain (franchisee) buat memakai barang (merk) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai usaha yang memberi laba atau keuntungan amat sangat istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘profit’.

Sekian informasi terkait dengan Mengenal Pengertian Usaha Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!, semoga artikel ini bermanfaat buat Anda. Kami berharap postingan ini dishare biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *