Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!

By | November 7, 2018

Kali ini kami akan jelaskan tentang Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Franchise ialah penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!

Dengan kata lain, waralaba merupakan pengendalian usaha dengan sistim pemberian hak pengaplikasian merk dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Selain itu, franchisee juga dikasih hak buat membuka usaha dan melakukan keseluruhan system bisnisnya dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba merupakan taktik memperluas network usaha dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam menerapkan bisnis. Franchise adalah suatu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perusahaan yang memiliki merk dagang kenamaan, serta system manajemen, keuangan, dan pemasaran yang udah mantap. Waralaba merupakan suatu pengendalian bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditentukan oleh franchisor.

Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!

Usaha franchise merupakan taktik pemasaran yang bertujuan mengembangkan jaringan usaha dan memenuhi keperluan pelanggan. Definisi lainnya ialah suatu bentuk kerja sama yang diikuti kontrak bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi ijin atau hak terhadap franchisee untuk menerapkan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Franchise merupakan suatu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin perjanjian jual beli hak monopoli buat mengendalikan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan dorongan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian kualitas, riset, pengarahan aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba yaitu kontrak di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan menurut prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Selanjutnya, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas bisnis umpamanya system manajemen, taktik penjualan, taktik perapihan, atau sistem distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengatakan bahwa franchise yakni hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang sudah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut kemufakatan franchise. Pada tata tertib itu, dapat dipahami bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penemuan ciri khas usaha lalu disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual itu adalah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba yakni satu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak pada individu atau perusahaan buat mengaplikasikan usaha dengan merek, nama, sistim, prosedur, dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu mencakup area tertentu.

Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!

Waralaba ialah sistim distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapat hak memasarkan produk atau jasa yang rata-rata menerapkan bentuk dan system usaha yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan franchise sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab memperhatikan kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilaksanakan oleh franchisee, contohnya melalui training, di bawah merk dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau kawasan franchisee menginvestasikan pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menyatakan bahwa waralaba adalah satu lisensi merek dari pemilik yang memperkenankan orang lain buat memasarkan produk atau service atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai sebuah cara marketing dan distribusi yang dikerjakan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak pada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba yakni satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi pada orang lain (franchisee) buat memakai barang (merk) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau keuntungan amat sangat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Sekian info seputar Memahami Definisi Usaha Waralaba atau Franchise? Kenapa Enggak!, semoga postingan ini mencerahkan kawan-kawan semua. Mohon post ini dishare biar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *