Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

By | September 23, 2018

Kali ini kami akan bahas berkaitan dengan Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Franchise merupakan pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima waralaba.

Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Dengan kata lain, franchise yakni pengontrolan bisnis dengan system penyerahan hak penggunaan merek dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee buat memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Selain itu, franchisee pun dikasih hak buat membuka usaha dan menjalankan keseluruhan sistem usahanya dengan menggunakan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise ialah sistem memperluas jaringan bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam mengoperasikan bisnis. Franchise ialah suatu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perorangan yang memiliki merek dagang terkenal, serta sistem manajemen, keuangan, dan marketing yang telah mantap. Franchise yaitu suatu pengendalian usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang ditentukan oleh franchisor.

Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Bisnis franchise adalah siasat pemasaran yang bertujuan meluaskan jaringan usaha dan memenuhi keperluan pembeli. Pengertian lainnya merupakan suatu bentuk kerja sama yang diikuti persetujuan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan ijin atau hak kepada franchisee untuk memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistem operasional usaha yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain pada franchisor.

Waralaba yakni suatu bentuk usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat perjanjian jual beli hak monopoli buat menyelenggarakan usaha (waralaba). Kerja sama ini rata-rata dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan kwalitas, riset, pengarahan regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise ialah perikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan menurut prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis contohnya sistem manajemen, strategi penjualan, sistem pembenahan, atau strategi distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa franchise yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah terbukti berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau diterapkan oleh pihak lain menurut negosiasi franchise. Pada aturan itu, bisa dimengerti bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas usaha lalu disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual itu adalah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba merupakan satu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak terhadap individu atau perusahaan buat melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistim, mekanisme, dan taktik-taktik yang sudah diatur sebelumnya dalam rentang waktu tertentu mencakup daerah tertentu.

Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Franchise adalah sistim distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak menjual produk atau jasa yang rata-rata menggunakan wujud dan sistem bisnis yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab mempertahankan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dikerjakan oleh franchisee, umpamanya lewat pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menginvestasikan pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa waralaba yakni sebuah lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain buat memasarkan produk atau jasa atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai sebuah teknik pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise merupakan sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberi kepada orang lain (franchisee) untuk memanfaatkan barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai usaha yang memberi laba atau keuntungan sungguh-sungguh istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Demikian informasi berkaitan dengan Memahami Definisi Bisnis Franchise atau Waralaba? Mengapa Enggak!, kami harap postingan kali ini bermanfaat buat kalian. Kami berharap postingan ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *