Definisi Waralaba Menurut LPPM

By | Oktober 12, 2018

Pembahasan kita sekarang ialah Definisi Waralaba Menurut LPPM. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Waralaba yaitu pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Definisi  Waralaba Menurut LPPM

Dengan kata lain, waralaba merupakan kontrol usaha dengan system penyerahan hak pengaplikasian merek dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi negosiasi. Di samping itu, franchisee pun diberikan kewenangan buat membuka bisnis dan melaksanakan keseluruhan sistim usahanya dengan menerapkan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise adalah sistem memperluas network usaha dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku bagi semua franchisee dalam melaksanakan bisnis. Franchise yakni suatu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perorangan yang punya merk dagang terkenal, serta sistim manajemen, financial, dan pemasaran yang telah mantap. Waralaba merupakan suatu pengaturan bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Definisi Waralaba Menurut LPPM

Bisnis franchise yakni metode marketing yang bertujuan membangun network bisnis dan memenuhi keperluan pelanggan. Pengertian lainnya ialah suatu bentuk kerja sama yang diikuti perjanjian bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan izin atau hak pada franchisee buat memanfaatkan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Franchise ialah satu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin kesepakatan jual beli hak monopoli buat menjalankan usaha (franchise). Kerja sama ini umumnya dengan suport awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan kwalitas, riset, nasehat peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Waralaba Menurut LPPM

Menurut versi pemerintah Indonesia franchise yakni kontrak di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan menurut persyaratan yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas usaha umpamanya sistim manajemen, sistem penjualan, sistem perapihan, atau sistim distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Waralaba Menurut LPPM

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa waralaba yakni hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah teruji sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain menurut kemufakatan waralaba. Pada tata tertib tersebut, dapat dimengerti bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas bisnis kemudian dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual itu yaitu franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise adalah suatu system pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak terhadap individu atau perusahaan untuk mengerjakan usaha dengan merk, nama, sistim, mekanisme, dan metode-metode yang sudah diatur sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi kawasan tertentu.

Definisi Waralaba Menurut LPPM

Franchise yaitu sistem distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak memasarkan produk atau jasa yang umumnya memakai format dan sistim usaha yang telah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan waralaba sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban melindungi kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, contohnya melalui training, di bawah merek dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menanamkan investasi pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Waralaba Menurut LPPM

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengungkapkan bahwa franchise ialah sebuah lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain buat memasarkan produk atau jasa atas nama merek itu.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai sebuah strategi pemasaran dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak pada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Waralaba Menurut LPPM

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise merupakan sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) itu pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau profit amat sangat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Sekian informasi tentang Definisi Waralaba Menurut LPPM, kami harap artikel kali ini berguna untuk teman-teman semua. Kami berharap artikel ini dishare supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *