Definisi Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

By | November 13, 2018

Pada kesempatan ini kami akan ulas seputar Definisi Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Waralaba adalah penyerahan sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima waralaba.

Definisi  Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dengan kata lain, franchise yakni pengendalian usaha dengan sistim penyerahan hak pemakaian nama dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Di samping itu, franchisee juga diberikan wewenang untuk membuka usaha dan mengaplikasikan keseluruhan sistim bisnisnya dengan memakai merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yaitu sistem memperluas network usaha dengan memasarkan merk disertai konsep standar yang berlaku bagi semua franchisee dalam mengaplikasikan usaha. Franchise yaitu suatu pola kemitraan usaha yang dimiliki oleh perorangan yang punya merk dagang kenamaan, serta sistem manajemen, financial, dan marketing yang telah mantap. Waralaba ialah suatu penguasaan bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang diatur oleh franchisor.

Definisi Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Usaha waralaba yakni metode marketing yang bertujuan melebarkan network bisnis dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Definisi lainnya adalah suatu wujud kerja sama yang diikuti kemufakatan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberikan ijin atau hak kepada franchisee buat memanfaatkan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberikan imbalan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Franchise yakni satu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin kemufakatan jual beli hak monopoli buat mengendalikan usaha (waralaba). Kerja sama ini lazimnya dengan bantuan awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan kwalitas, riset, nasehat aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba yakni perikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas bisnis contohnya system manajemen, system penjualan, strategi pembenahan, atau strategi distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa waralaba ialah hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah teruji sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan kontrak waralaba. Pada peraturan tersebut, dapat dipahami bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas bisnis kemudian disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise ialah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pembeli akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak terhadap individu atau perusahaan buat mengaplikasikan usaha dengan merek, nama, system, mekanisme, dan upaya-upaya yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam rentang waktu tertentu meliputi zona tertentu.

Definisi Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Franchise yaitu sistim distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapat hak menjual produk atau jasa yang lazimnya menerapkan wujud dan sistim usaha yang telah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban memperhatikan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilaksanakan oleh franchisee, misalnya melalui training, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menginvestasikan pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa franchise merupakan satu lisensi merek dari pemilik yang menyetujui orang lain buat menjual produk atau service atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai satu system marketing dan distribusi yang dijalankan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak pada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba yakni satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan pada orang lain (franchisee) untuk memakai barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai usaha yang memberi laba atau profit sungguh-sungguh istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Demikian informasi tentang Definisi Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, kami harap postingan ini membantu teman-teman semua. Kami berharap postingan ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *