Definisi Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

By | Februari 11, 2019

Pada kesempatan ini kami akan jelaskan perihal Definisi Waralaba atau Franchise Menurut LPPM. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Franchise yaitu pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi  Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Dengan kata lain, franchise merupakan pengendalian bisnis dengan cara pemberian hak pemakaian merek dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kontrak. Di samping itu, franchisee juga diberikan hak buat membuka bisnis dan mengimplementasikan keseluruhan system bisnisnya dengan menggunakan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba merupakan sistem memperluas network usaha dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam menerapkan usaha. Waralaba merupakan satu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perorangan yang mempunyai merk dagang ternama, serta sistim manajemen, keuangan, dan pemasaran yang telah mantap. Franchise ialah suatu kontrol usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang diatur oleh franchisor.

Definisi Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Usaha franchise ialah taktik marketing yang bertujuan memaksimalkan network bisnis dan memenuhi kebutuhan konsumen. Definisi lainnya merupakan suatu wujud kerja sama yang diikuti kemufakatan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi ijin atau hak kepada franchisee untuk menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistem operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Franchise adalah suatu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melangsungkan negosiasi jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan support awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan kwalitas, riset, pengarahan aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Menurut versi pemerintah Indonesia franchise ialah persekutuan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menerapkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan menurut persyaratan yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas bisnis misalnya system manajemen, strategi penjualan, system pemberesan, atau system distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa franchise yakni hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah teruji berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau diterapkan oleh pihak lain menurut perjanjian waralaba. Pada peraturan itu, bisa dimengerti bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas bisnis selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menggunakan hak atas kekayaan intelektual itu yakni franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba merupakan satu sistim pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan buat melakukan bisnis dengan merek, nama, sistem, mekanisme, dan upaya-upaya yang udah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi kawasan tertentu.

Definisi Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Waralaba yakni sistem distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang lazimnya menggunakan bentuk dan system usaha yang sudah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee, misalnya melalui pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menanamkan investasi pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Definisi Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa franchise merupakan satu lisensi merek dari pemilik yang menyetujui orang lain buat menjual produk atau service atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai satu cara pemasaran dan distribusi yang dilakukan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak pada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise adalah satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan pada orang lain (franchisee) untuk mengaplikasikan barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai usaha yang memberikan laba atau profit sangat istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Sekian informasi seputar Definisi Waralaba atau Franchise Menurut LPPM, semoga post kali ini mencerahkan teman-teman semua. Tolong artikel ini disebarluaskan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *