Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM

By | November 18, 2018

Topik kita sekarang yaitu Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM. Di Indonesia, kata franchise ditafsirkan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Franchise ialah penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM

Dengan kata lain, waralaba adalah pengontrolan usaha dengan metode pemberian hak pemanfaatan merek dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi persetujuan. Selain itu, franchisee pun diberikan wewenang untuk membuka usaha dan mengoperasikan keseluruhan system bisnisnya dengan mengaplikasikan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba adalah teknik memperluas network usaha dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku bagi semua franchisee dalam mengimplementasikan usaha. Waralaba merupakan satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perusahaan yang memiliki merk dagang ternama, serta sistim manajemen, financial, dan marketing yang sudah mantap. Waralaba merupakan suatu penguasaan bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat menjual produk atau jasa perusahaan tersebut dengan peraturan yang ditentukan oleh franchisor.

Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM

Bisnis waralaba ialah metode pemasaran yang bertujuan memaksimalkan network bisnis dan memenuhi keperluan konsumen. Definisi lainnya adalah suatu wujud kerja sama yang diikuti perjanjian bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi ijin atau hak terhadap franchisee untuk mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Waralaba merupakan suatu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan negosiasi jual beli hak monopoli buat menjalankan bisnis (waralaba). Kerja sama ini kebanyakan dengan dukungan awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan kwalitas, riset, pengarahan hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba ialah kontrak di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang diatur oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan temuan atau ciri khas usaha contohnya sistim manajemen, strategi penjualan, siasat perapihan, atau taktik distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menerangkan bahwa waralaba yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang sudah terbukti sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut kemufakatan franchise. Pada regulasi itu, dapat dipahami bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas usaha selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual itu yaitu franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba ialah satu sistem pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan buat menjalankan usaha dengan merek, nama, sistim, prosedur, dan taktik-taktik yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu mencakup zona tertentu.

Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM

Waralaba adalah sistim distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapatkan hak menjual produk atau jasa yang lazimnya memanfaatkan wujud dan sistem usaha yang telah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan waralaba sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, misalnya melalui pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menyatakan bahwa franchise adalah satu lisensi merk dari pemilik yang memperbolehkan orang lain untuk memasarkan produk atau jasa atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai satu metode marketing dan distribusi yang dijalankan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba yaitu sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi pada orang lain (franchisee) buat menggunakan barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau keuntungan amat sangat istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Demikian info tentang Definisi Usaha Waralaba Menurut LPPM, semoga post ini bermanfaat buat kalian. Mohon artikel ini disebarluaskan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *