Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

By | April 23, 2018

Pembahasan kita kali ini yakni Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Franchise adalah pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Dengan kata lain, franchise adalah kontrol usaha dengan system pemberian hak pemanfaatan merek dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi negosiasi. Di samping itu, franchisee pun diberikan hak untuk membuka bisnis dan menerapkan keseluruhan sistim usahanya dengan memakai merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise ialah siasat memperluas network bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam melakukan usaha. Waralaba ialah suatu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang mempunyai merk dagang kondang, serta system manajemen, financial, dan marketing yang udah mantap. Franchise yaitu suatu kontrol usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang ditentukan oleh franchisor.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Bisnis waralaba merupakan taktik pemasaran yang bertujuan meluaskan network usaha dan memenuhi kebutuhan konsumen. Pengertian lainnya ialah suatu bentuk kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi ijin atau hak kepada franchisee buat menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional usaha yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberikan balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain pada franchisor.

Waralaba yaitu satu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan perjanjian jual beli hak monopoli buat menyelenggarakan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan suport awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian kualitas, riset, tuntunan aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise merupakan perserikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau menerapkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan persyaratan yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas usaha contohnya system manajemen, sistem penjualan, system pemberesan, atau siasat distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menyatakan bahwa waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah teruji sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain menurut negosiasi waralaba. Pada aturan tersebut, bisa dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas usaha selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual tersebut yaitu franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba ialah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan untuk mengerjakan bisnis dengan merk, nama, sistim, mekanisme, dan upaya-upaya yang telah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu mencakup zona tertentu.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Franchise ialah system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapat hak memasarkan produk atau jasa yang lazimnya menerapkan bentuk dan system bisnis yang telah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan franchise sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab memperhatikan kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, umpamanya lewat training, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau kawasan franchisee menanamkan investasi pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengemukakan bahwa waralaba yaitu satu lisensi merk dari pemilik yang memperkenankan orang lain buat memasarkan produk atau service atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai sebuah taktik pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise yakni sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk menerapkan barang (merk) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) menginterpretasikan franchise sebagai bisnis yang memberikan laba atau profit betul-betul istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian informasi tentang Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Pemerintah, kami harap artikel kali ini berguna buat kalian. Tolong artikel ini dishare biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *