Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

By | Juni 10, 2018

Kali ini kami akan ulas perihal Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara berarti lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Franchise yakni pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima waralaba.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dengan kata lain, waralaba yakni pengendalian usaha dengan sistem penyerahan hak pemanfaatan nama dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Selain itu, franchisee pun dikasih wewenang untuk membuka bisnis dan mempraktikkan keseluruhan sistem usahanya dengan memanfaatkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba adalah upaya memperluas network bisnis dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam mengaplikasikan bisnis. Franchise yaitu satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang punya merek dagang populer, serta sistim manajemen, financial, dan marketing yang telah mantap. Franchise ialah suatu pengendalian usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang diatur oleh franchisor.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Usaha franchise adalah strategi marketing yang bertujuan meluaskan network usaha dan memenuhi kebutuhan konsumen. Definisi lainnya yaitu suatu bentuk kerja sama yang diikuti kemufakatan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan ijin atau hak terhadap franchisee buat memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan balasan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain pada franchisor.

Waralaba yakni satu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan persetujuan jual beli hak monopoli untuk mengendalikan usaha (waralaba). Kerja sama ini kebanyakan dengan dorongan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol mutu, riset, nasehat hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise yakni persekutuan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan menurut prasyarat yang ditentukan oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas usaha umpamanya sistem manajemen, siasat penjualan, taktik pemberesan, atau cara distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa waralaba merupakan hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang sudah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan negosiasi waralaba. Pada peraturan tersebut, bisa dimengerti bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau terobosan ciri khas usaha lalu dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memakai hak atas kekayaan intelektual itu yakni franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba adalah satu sistim pendistribusian barang atau jasa pada pembeli akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak terhadap individu atau perusahaan buat menyelenggarakan usaha dengan merk, nama, sistem, mekanisme, dan upaya-upaya yang sudah diatur sebelumnya dalam bentang waktu tertentu mencakup zona tertentu.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Waralaba yakni sistim distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapat hak memasarkan produk atau jasa yang rata-rata mengaplikasikan bentuk dan sistim usaha yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan waralaba sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab mempertahankan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilakukan oleh franchisee, misalnya lewat training, di bawah merk dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menanamkan investasi pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menyatakan bahwa waralaba yakni satu lisensi merek dari pemilik yang memperbolehkan orang lain untuk memasarkan produk atau jasa atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai satu taktik pemasaran dan distribusi yang dijalankan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba yakni satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang dikasih kepada orang lain (franchisee) buat memakai barang (merek) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau keuntungan benar-benar istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Demikian info seputar Definisi Usaha Waralaba atau Franchise Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, semoga post ini membantu sahabat semua. Mohon post ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *