Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah

By | November 24, 2018

Topik kita sekarang yaitu Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Franchise adalah pemberian sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Dengan kata lain, waralaba yakni pengendalian bisnis dengan metode penyerahan hak pemakaian nama dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Selain itu, franchisee juga diberikan wewenang untuk membuka bisnis dan mengaplikasikan keseluruhan system usahanya dengan menggunakan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise merupakan strategi memperluas network bisnis dengan memasarkan merk disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam menerapkan usaha. Waralaba adalah suatu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perorangan yang memiliki merk dagang kenamaan, serta system manajemen, keuangan, dan marketing yang sudah mantap. Franchise ialah suatu penguasaan bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang ditentukan oleh franchisor.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Bisnis waralaba ialah sistem marketing yang bertujuan mengoptimalkan network usaha dan memenuhi keperluan pelanggan. Definisi lainnya adalah suatu format kerja sama yang diikuti kesepakatan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi ijin atau hak pada franchisee untuk menerapkan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi balasan fee dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan biaya lain terhadap franchisor.

Waralaba yaitu satu bentuk bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin kontrak jual beli hak monopoli buat mengendalikan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan dorongan awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian kwalitas, riset, tuntunan peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba adalah kontrak di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan prasyarat yang diatur oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas usaha umpamanya system manajemen, teknik penjualan, strategi pemberesan, atau taktik distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengatakan bahwa waralaba yakni hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah terbukti berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain berdasarkan kemufakatan franchise. Pada regulasi tersebut, dapat dipahami bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau terobosan ciri khas bisnis lalu dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual tersebut yakni franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba ialah suatu system pendistribusian barang atau jasa kepada pembeli akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan untuk mengoperasikan bisnis dengan merk, nama, system, prosedur, dan cara-cara yang udah ditentukan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi zona tertentu.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Franchise yakni system distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak menjual produk atau jasa yang rata-rata menerapkan format dan sistim usaha yang telah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan waralaba sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab melindungi kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dijalankan oleh franchisee, contohnya melewati training, di bawah merek dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menginvestasikan pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa franchise yaitu sebuah lisensi merek dari pemilik yang menyetujui orang lain buat memasarkan produk atau jasa atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai satu sistim marketing dan distribusi yang dikerjakan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba merupakan sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi pada orang lain (franchisee) buat memakai barang (merk) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan franchise sebagai bisnis yang memberikan laba atau keuntungan sungguh-sungguh istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘profit’.

Sekian info perihal Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah, semoga postingan ini mencerahkan Anda. Kami berharap artikel ini dishare agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *