Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

By | Maret 2, 2019

Pada kesempatan ini kami akan bahas mengenai Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Waralaba adalah penyerahan sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Dengan kata lain, waralaba yaitu pengaturan bisnis dengan metode penyerahan hak pemanfaatan merk dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi negosiasi. Di samping itu, franchisee pun diberi hak buat membuka usaha dan menjalankan keseluruhan sistim bisnisnya dengan mengaplikasikan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba yakni metode memperluas network bisnis dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam melaksanakan usaha. Franchise ialah satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang memiliki merk dagang terkenal, serta system manajemen, financial, dan pemasaran yang telah mantap. Franchise adalah suatu kontrol bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Usaha franchise merupakan metode marketing yang bertujuan melebarkan jaringan usaha dan memenuhi keperluan pelanggan. Definisi lainnya adalah suatu format kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik franchise) memberikan ijin atau hak terhadap franchisee untuk memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Waralaba adalah suatu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk mengendalikan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan dorongan awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol mutu, riset, bimbingan aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba ialah perikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang diatur oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas bisnis misalnya system manajemen, teknik penjualan, system pemberesan, atau sistem distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa waralaba yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan perjanjian waralaba. Pada regulasi tersebut, bisa dimengerti bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau terobosan ciri khas bisnis selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menggunakan hak atas kekayaan intelektual tersebut adalah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise yakni suatu system pendistribusian barang atau jasa pada pelanggan akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan usaha dengan merk, nama, sistim, mekanisme, dan kiat-kiat yang telah ditetapkan sebelumnya dalam rentang waktu tertentu mencakup daerah tertentu.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Franchise ialah sistim distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk menerima hak menjual produk atau jasa yang rata-rata menggunakan wujud dan sistem bisnis yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendefinisikan franchise sebagai ikatan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab mempertahankan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilaksanakan oleh franchisee, umpamanya lewat training, di bawah merek dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menginvestasikan pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengungkapkan bahwa franchise merupakan satu lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain buat menjual barang atau service atas nama merek tersebut.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai satu siasat marketing dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba yakni sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang dikasih pada orang lain (franchisee) buat mengaplikasikan barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau keuntungan benar-benar istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘profit’.

Demikian informasi berkaitan dengan Definisi Usaha Franchise Menurut Pemerintah Indonesia, kami harap artikel ini bermanfaat untuk teman-teman semua. Tolong artikel ini dishare supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *