Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM

By | Februari 15, 2019

Pembahasan kita sekarang ialah Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Waralaba adalah pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM

Dengan kata lain, franchise yakni penguasaan bisnis dengan cara penyerahan hak pengaplikasian merek dagang oleh franchisor terhadap pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi negosiasi. Di samping itu, franchisee juga dikasih hak buat membuka bisnis dan mengoperasikan keseluruhan sistim usahanya dengan memanfaatkan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise merupakan siasat memperluas network usaha dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku bagi semua franchisee dalam mempraktikkan usaha. Waralaba yaitu suatu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perorangan yang memiliki merk dagang populer, serta sistem manajemen, financial, dan pemasaran yang telah mantap. Waralaba yaitu suatu pengontrolan bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang ditentukan oleh franchisor.

Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM

Bisnis waralaba adalah cara pemasaran yang bertujuan membangun network usaha dan memenuhi kebutuhan pembeli. Pengertian lainnya merupakan suatu wujud kerja sama yang diikuti kontrak bahwa franchisor (pemilik franchise) memberikan izin atau hak terhadap franchisee buat mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Waralaba yaitu suatu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan kesepakatan jual beli hak monopoli buat menyelenggarakan bisnis (waralaba). Kerja sama ini biasanya dengan dorongan awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengendalian mutu, riset, tuntunan aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba yaitu kontrak di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan prasyarat yang diatur oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas usaha umpamanya sistim manajemen, strategi penjualan, metode perapihan, atau teknik distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menerangkan bahwa waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang sudah terbukti sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain berdasarkan kontrak franchise. Pada aturan itu, bisa dimengerti bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas bisnis selanjutnya disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual tersebut adalah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise yakni satu sistem pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberikan hak pada individu atau perusahaan untuk menyelenggarakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur, dan siasat-siasat yang telah diatur sebelumnya dalam jangka waktu tertentu mencakup area tertentu.

Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM

Waralaba ialah sistim distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapatkan hak menjual produk atau jasa yang lazimnya memakai bentuk dan sistim bisnis yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan waralaba sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban melindungi kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilakukan oleh franchisee, umpamanya melewati training, di bawah merek dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau kawasan franchisee menanamkan investasi pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengemukakan bahwa waralaba yaitu sebuah lisensi merk dari pemilik yang memperkenankan orang lain buat menjual barang atau service atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai sebuah sistem marketing dan distribusi yang dikerjakan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba yakni sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi kepada orang lain (franchisee) untuk memakai barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan franchise sebagai usaha yang memberi laba atau keuntungan benar-benar istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian info terkait dengan Definisi Usaha Franchise Menurut LPPM, semoga postingan kali ini bermanfaat untuk Anda. Mohon artikel ini dishare agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *