Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

By | Mei 18, 2018

Di postingan ini kami akan ulas terkait dengan Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Waralaba yaitu pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Dengan kata lain, franchise merupakan penguasaan usaha dengan system pemberian hak pemakaian merek dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi persetujuan. Selain itu, franchisee juga diberikan wewenang buat membuka bisnis dan mempraktikkan keseluruhan system usahanya dengan menerapkan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba yaitu siasat memperluas jaringan bisnis dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam menerapkan usaha. Franchise adalah satu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perusahaan yang memiliki merk dagang populer, serta sistem manajemen, keuangan, dan pemasaran yang sudah mantap. Waralaba yakni suatu pengontrolan usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Bisnis waralaba merupakan siasat pemasaran yang bertujuan membangun jaringan usaha dan memenuhi keperluan pelanggan. Pengertian lainnya merupakan suatu wujud kerja sama yang diikuti kesepakatan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi ijin atau hak kepada franchisee buat menerapkan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain terhadap franchisor.

Franchise adalah satu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melaksanakan kesepakatan jual beli hak monopoli buat menyelenggarakan bisnis (waralaba). Kerja sama ini umumnya dengan suport awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol kwalitas, riset, nasihat peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Menurut versi pemerintah Indonesia franchise yakni perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan prasyarat yang diatur oleh pihak lain itu dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan kreatifitas atau ciri khas bisnis contohnya sistem manajemen, strategi penjualan, sistim perapihan, atau metode distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba yaitu hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah teruji berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain menurut perjanjian waralaba. Pada peraturan itu, bisa dipahami bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas bisnis selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise merupakan suatu sistim pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan merk, nama, sistim, mekanisme, dan teknik-teknik yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu mencakup kawasan tertentu.

Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Franchise adalah sistim distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak menjual produk atau jasa yang rata-rata menerapkan format dan sistem usaha yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendefinisikan franchise sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab mempertahankan kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, misalnya melalui pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menerangkan bahwa franchise adalah sebuah lisensi merk dari pemilik yang memperbolehkan orang lain buat memasarkan barang atau jasa atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai satu taktik pemasaran dan distribusi yang dilaksanakan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise yaitu satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberi kepada orang lain (franchisee) buat mengaplikasikan barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai usaha yang memberi laba atau profit sungguh-sungguh istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘profit’.

Sekian informasi mengenai Definisi Usaha Franchise Menurut Asosiasi Franchise Indonesia, semoga postingan kali ini bermanfaat untuk kawan-kawan semua. Tolong artikel ini dishare agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *