Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

By | Juni 23, 2018

Kali ini kami akan ulas tentang Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara maknanya lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba berarti ‘lebih untung’. Waralaba merupakan penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, franchise yaitu penguasaan bisnis dengan metode pemberian hak pemanfaatan nama dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Di samping itu, franchisee pun diberi hak untuk membuka usaha dan melakukan keseluruhan sistim bisnisnya dengan mengaplikasikan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise adalah strategi memperluas network usaha dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam melakukan bisnis. Waralaba yakni satu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perorangan yang punya merk dagang kenamaan, serta sistem manajemen, financial, dan marketing yang sudah mantap. Waralaba yaitu suatu kontrol bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan peraturan yang diatur oleh franchisor.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Bisnis franchise yakni taktik pemasaran yang bertujuan membangun jaringan usaha dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Definisi lainnya ialah suatu wujud kerja sama yang diikuti kemufakatan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi izin atau hak kepada franchisee buat menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan system operasional usaha yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi balasan fee dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Waralaba ialah satu format bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin kemufakatan jual beli hak monopoli buat menyelenggarakan bisnis (franchise). Kerja sama ini umumnya dengan dorongan awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol kwalitas, riset, pengarahan regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia waralaba yaitu perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan syarat yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas bisnis umpamanya sistem manajemen, cara penjualan, strategi perapihan, atau siasat distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menjelaskan bahwa waralaba merupakan hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah terbukti berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau diterapkan oleh pihak lain berdasarkan kemufakatan franchise. Pada peraturan itu, bisa dipahami bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas bisnis selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual tersebut adalah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise yakni suatu system pendistribusian barang atau jasa kepada pembeli akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk mengoperasikan bisnis dengan merk, nama, sistim, prosedur, dan strategi-strategi yang udah diatur sebelumnya dalam rentang waktu tertentu mencakup area tertentu.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Franchise ialah sistim distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak menjual produk atau jasa yang rata-rata menerapkan format dan sistim bisnis yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan waralaba sebagai relasi kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab melindungi kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dilakukan oleh franchisee, contohnya melalui training, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menanamkan investasi pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menerangkan bahwa waralaba merupakan satu lisensi merek dari pemilik yang menyetujui orang lain buat menjual produk atau service atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai satu taktik marketing dan distribusi yang dikerjakan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak pada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise ialah satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi pada orang lain (franchisee) untuk memakai barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau keuntungan sungguh-sungguh istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Sekian informasi tentang Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah, semoga artikel kali ini mencerahkan kalian. Tolong postingan ini dibagikan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *