Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah

By | Mei 31, 2018

Di postingan ini kami akan ulas terkait dengan Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Franchise ialah penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah

Dengan kata lain, waralaba adalah pengaturan bisnis dengan sistem penyerahan hak penggunaan nama dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kesepakatan. Di samping itu, franchisee pun diberikan kewenangan untuk membuka usaha dan mempraktikkan keseluruhan system usahanya dengan memanfaatkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba adalah cara memperluas jaringan bisnis dengan memasarkan merk disertai konsep standar yang berlaku buat seluruh franchisee dalam melaksanakan bisnis. Waralaba yakni satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perusahaan yang mempunyai merek dagang ternama, serta sistem manajemen, keuangan, dan marketing yang udah mantap. Waralaba yakni suatu pengendalian usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk menjual produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditentukan oleh franchisor.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah

Usaha waralaba ialah upaya marketing yang bertujuan memaksimalkan jaringan usaha dan memenuhi kebutuhan pembeli. Definisi lainnya yakni suatu format kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan ijin atau hak terhadap franchisee buat memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan system operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi balasan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain terhadap franchisor.

Waralaba yaitu suatu bentuk bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin persetujuan jual beli hak monopoli buat mengendalikan usaha (franchise). Kerja sama ini kebanyakan dengan bantuan awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, penguasaan kwalitas, riset, bimbingan peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise merupakan perserikatan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu imbalan menurut prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan penemuan atau ciri khas bisnis umpamanya sistim manajemen, cara penjualan, taktik pemberesan, atau sistim distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menyatakan bahwa waralaba ialah hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistim bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang sudah teruji sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut kontrak waralaba. Pada tata tertib itu, bisa dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau terobosan ciri khas bisnis kemudian dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise ialah satu sistem pendistribusian barang atau jasa pada pembeli akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan buat melakukan bisnis dengan merk, nama, system, prosedur, dan teknik-teknik yang udah diatur sebelumnya dalam rentang waktu tertentu mencakup area tertentu.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah

Franchise merupakan system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapat hak memasarkan produk atau jasa yang biasanya memakai wujud dan sistim bisnis yang telah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dijalankan oleh franchisee, umpamanya melalui pelatihan, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menanamkan investasi pada usaha tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menyatakan bahwa waralaba ialah sebuah lisensi merk dari pemilik yang mengizinkan orang lain untuk memasarkan produk atau service atas nama merek itu.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai satu system pemasaran dan distribusi yang dilakukan oleh institusi usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise merupakan satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberikan pada orang lain (franchisee) buat menggunakan barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendeskripsikan waralaba sebagai usaha yang memberikan laba atau keuntungan sangat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Sekian info seputar Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Pemerintah, semoga artikel kali ini membantu kalian. Kami berharap artikel ini dishare biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *