Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

By | Februari 22, 2019

Kali ini kami akan bahas berkaitan dengan Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara maknanya lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Waralaba ialah penyerahan sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dengan kata lain, franchise yaitu pengendalian bisnis dengan system pemberian hak pengaplikasian nama dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee untuk memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Di samping itu, franchisee pun diberikan wewenang buat membuka bisnis dan mengimplementasikan keseluruhan sistem usahanya dengan menerapkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yakni cara memperluas network usaha dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku bagi seluruh franchisee dalam mengoperasikan bisnis. Franchise yaitu suatu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perorangan yang memiliki merek dagang terkenal, serta system manajemen, financial, dan pemasaran yang sudah mantap. Franchise ialah suatu kontrol bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Usaha franchise adalah upaya marketing yang bertujuan meluaskan jaringan bisnis dan memenuhi kebutuhan pembeli. Pengertian lainnya yakni suatu wujud kerja sama yang diikuti kemufakatan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi izin atau hak pada franchisee untuk mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan imbalan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Waralaba ialah satu bentuk bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan kontrak jual beli hak monopoli untuk mengendalikan usaha (franchise). Kerja sama ini rata-rata dengan dorongan awal seperti pemilihan lokasi, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol kualitas, riset, nasihat regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba adalah perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau mengaplikasikan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain itu dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan temuan atau ciri khas bisnis misalnya system manajemen, sistim penjualan, system pembenahan, atau metode distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 menerangkan bahwa waralaba merupakan hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah teruji berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain menurut persetujuan franchise. Pada regulasi tersebut, bisa dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas usaha kemudian disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memakai hak atas kekayaan intelektual itu ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba yaitu satu sistim pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak pada individu atau perusahaan untuk melaksanakan usaha dengan merk, nama, sistim, prosedur, dan strategi-strategi yang telah diatur sebelumnya dalam rentang waktu tertentu meliputi area tertentu.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Franchise adalah system distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang kebanyakan memakai format dan system bisnis yang sudah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan waralaba sebagai ikatan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilaksanakan oleh franchisee, umpamanya melewati pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau daerah franchisee menginvestasikan pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menerangkan bahwa waralaba yaitu satu lisensi merk dari pemilik yang memperbolehkan orang lain untuk memasarkan barang atau jasa atas nama merk itu.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai satu metode marketing dan distribusi yang dilaksanakan oleh institusi bisnis kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise yakni sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi kepada orang lain (franchisee) untuk memanfaatkan barang (merek) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) menginterpretasikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau keuntungan benar-benar istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Sekian informasi mengenai Definisi Usaha Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, kami harap artikel kali ini membantu kalian. Kami berharap postingan ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *