Definisi Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

By | Agustus 5, 2018

Topik kita sekarang adalah Definisi Franchise Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara artinya lebih, dan laba artinya untung). Jadi, waralaba artinya ‘lebih untung’. Waralaba ialah pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Definisi  Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, franchise ialah penguasaan usaha dengan sistem pemberian hak pengaplikasian merek dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kemufakatan. Selain itu, franchisee pun diberi hak buat membuka bisnis dan memakai keseluruhan sistem usahanya dengan menerapkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise ialah teknik memperluas network bisnis dengan menjual merek disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam mengerjakan bisnis. Franchise merupakan suatu pola kemitraan usaha yang dimiliki oleh perusahaan yang punya merk dagang kondang, serta sistim manajemen, financial, dan marketing yang telah mantap. Waralaba adalah suatu pengontrolan usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Definisi Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Bisnis franchise yakni metode pemasaran yang bertujuan mengembangkan network bisnis dan memenuhi kebutuhan konsumen. Definisi lainnya adalah suatu bentuk kerja sama yang diikuti kontrak bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi ijin atau hak pada franchisee buat mengaplikasikan hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberikan balasan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Franchise ialah suatu wujud bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin negosiasi jual beli hak monopoli untuk menjalankan bisnis (franchise). Kerja sama ini umumnya dengan suport awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan kualitas, riset, nasehat peraturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba ialah perikatan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan temuan atau ciri khas bisnis misalnya sistim manajemen, teknik penjualan, metode pembenahan, atau taktik distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba yakni hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah teruji sukses dan dapat dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain menurut kesepakatan waralaba. Pada regulasi itu, bisa dipahami bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas bisnis selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba yakni suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberikan hak terhadap individu atau perusahaan buat menunaikan usaha dengan merk, nama, sistem, prosedur, dan teknik-teknik yang udah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu meliputi area tertentu.

Definisi Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Waralaba yakni sistem distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapat hak menjual produk atau jasa yang biasanya menggunakan bentuk dan sistem bisnis yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mengartikan waralaba sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban memperhatikan kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilaksanakan oleh franchisee, contohnya melewati pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menjelaskan bahwa franchise merupakan sebuah lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain buat memasarkan produk atau service atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai satu taktik pemasaran dan distribusi yang dilakukan oleh lembaga bisnis kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak pada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Franchise Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba ialah satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang dikasih pada orang lain (franchisee) untuk memakai barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai usaha yang memberi laba atau keuntungan amat sangat istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘profit’.

Sekian info tentang Definisi Franchise Menurut Peraturan Pemerintah, semoga post kali ini membantu kalian. Mohon post ini dishare biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *