Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

By | April 12, 2018

Pembahasan kita kali ini yakni Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba bermanka untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Franchise yaitu pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi  Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dengan kata lain, waralaba merupakan penguasaan bisnis dengan cara pemberian hak pengaplikasian merk dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi persetujuan. Selain itu, franchisee juga diberikan kewenangan untuk membuka bisnis dan mengoperasikan keseluruhan sistim usahanya dengan menggunakan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba yakni strategi memperluas jaringan usaha dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam melaksanakan bisnis. Franchise yakni satu pola kemitraan bisnis yang dipunyai oleh perorangan yang punya merek dagang kenamaan, serta system manajemen, keuangan, dan marketing yang udah mantap. Waralaba yaitu suatu kontrol bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat menjual produk atau jasa perusahaan itu dengan peraturan yang diatur oleh franchisor.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Bisnis franchise merupakan upaya marketing yang bertujuan mengoptimalkan network usaha dan memenuhi keperluan konsumen. Pengertian lainnya ialah suatu bentuk kerja sama yang diikuti perjanjian bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi ijin atau hak pada franchisee buat menggunakan hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi balasan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Waralaba merupakan satu format bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melakukan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menjalankan bisnis (waralaba). Kerja sama ini rata-rata dengan support awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengaturan mutu, riset, tuntunan regulasi, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut versi pemerintah Indonesia franchise merupakan perikatan di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau menerapkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan berdasarkan prasyarat yang diatur oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas usaha contohnya system manajemen, sistim penjualan, sistim pemberesan, atau siasat distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengatakan bahwa franchise ialah hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang telah terbukti sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain menurut kemufakatan waralaba. Pada aturan itu, bisa dipahami bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau temuan ciri khas bisnis selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual itu yaitu franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pembeli akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak pada individu atau perusahaan buat menjalankan bisnis dengan merk, nama, sistim, prosedur, dan upaya-upaya yang udah diatur sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi zona tertentu.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Franchise yaitu sistem distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat menerima hak menjual produk atau jasa yang lazimnya menggunakan wujud dan sistim bisnis yang telah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan waralaba sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor bertanggung jawab memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dikerjakan oleh franchisee, contohnya melewati pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta bentuk dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menanamkan investasi pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menerangkan bahwa waralaba merupakan satu lisensi merek dari pemilik yang menyetujui orang lain untuk menjual produk atau jasa atas nama merk itu.

David J. Kaufmann mendeskripsikan franchising sebagai sebuah sistim pemasaran dan distribusi yang dikerjakan oleh institusi usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak kepada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba merupakan sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberikan kepada orang lain (franchisee) untuk mengaplikasikan barang (merk) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai usaha yang memberi laba atau keuntungan betul-betul istimewa sesuai dengan makna kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Sekian info mengenai Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Peraturan Pemerintah, semoga postingan kali ini mencerahkan kalian. Kami berharap artikel ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *