Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

By | Februari 9, 2019

Pembahasan kita kali ini yakni Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Franchise ialah penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi  Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dengan kata lain, franchise ialah pengendalian usaha dengan metode penyerahan hak penerapan nama dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat memasarkan produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kesepakatan. Selain itu, franchisee pun diberi wewenang buat membuka usaha dan mengimplementasikan keseluruhan sistim bisnisnya dengan mengaplikasikan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yaitu teknik memperluas network bisnis dengan memasarkan merk disertai konsep standar yang berlaku bagi semua franchisee dalam melaksanakan usaha. Waralaba yakni satu pola kemitraan bisnis yang dimiliki oleh perusahaan yang punya merek dagang kondang, serta system manajemen, financial, dan pemasaran yang udah mantap. Franchise ialah suatu kontrol usaha di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat menjual produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditentukan oleh franchisor.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Bisnis franchise ialah cara pemasaran yang bertujuan meluaskan jaringan usaha dan memenuhi kebutuhan konsumen. Pengertian lainnya ialah suatu wujud kerja sama yang diikuti kemufakatan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberi izin atau hak pada franchisee untuk memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi imbalan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain terhadap franchisor.

Franchise yakni suatu format bisnis kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membuat persetujuan jual beli hak monopoli untuk menjalankan usaha (franchise). Kerja sama ini umumnya dengan suport awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, pengontrolan mutu, riset, tuntunan hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba ialah persekutuan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau menerapkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu balasan menurut prasyarat yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Berikutnya, yang dimaksud dengan temuan atau ciri khas bisnis misalnya system manajemen, sistim penjualan, cara pembenahan, atau sistim distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa franchise adalah hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang udah teruji berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau diaplikasikan oleh pihak lain berdasarkan negosiasi waralaba. Pada peraturan itu, dapat dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau inovasi ciri khas bisnis kemudian dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedang yang memakai hak atas kekayaan intelektual tersebut ialah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise yakni satu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak pada individu atau perusahaan buat mengoperasikan usaha dengan merek, nama, system, prosedur, dan strategi-strategi yang telah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu mencakup kawasan tertentu.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Waralaba yaitu sistim distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapatkan hak memasarkan produk atau jasa yang kebanyakan memakai wujud dan system bisnis yang udah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan waralaba sebagai hubungan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dijalankan oleh franchisee, umpamanya melewati training, di bawah merek dagang yang sama, serta wujud dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menanamkan investasi pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengungkapkan bahwa franchise adalah satu lisensi merk dari pemilik yang membolehkan orang lain buat memasarkan produk atau jasa atas nama merek itu.

David J. Kaufmann mendefinisikan franchising sebagai satu siasat pemasaran dan distribusi yang dilaksanakan oleh institusi usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah fee, serta hak terhadap jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise ialah satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang diberi kepada orang lain (franchisee) untuk mengaplikasikan barang (merek) tersebut pada usahanya sesuai dengan teritori yang disepakati.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) menginterpretasikan franchise sebagai bisnis yang memberi laba atau profit betul-betul istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang artinya istimewa dan laba yang berarti ‘keuntungan’.

Demikian info seputar Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen, kami harap post kali ini membantu kawan-kawan semua. Mohon post ini dibagikan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *