Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

By | Agustus 30, 2018

Pembahasan kita kali ini ialah Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia. Di Indonesia, kata franchise diartikan sebagai “waralaba” (wara bermanka lebih, dan laba maknanya untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Waralaba ialah pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) kepada pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi  Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Dengan kata lain, waralaba ialah penguasaan usaha dengan cara penyerahan hak pemanfaatan merk dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi kesepakatan. Di samping itu, franchisee juga diberi kewenangan buat membuka bisnis dan mengaplikasikan keseluruhan sistim usahanya dengan menerapkan merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Waralaba adalah teknik memperluas jaringan usaha dengan memasarkan merk disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam melaksanakan usaha. Franchise yakni satu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perorangan yang punya merk dagang kenamaan, serta sistem manajemen, keuangan, dan pemasaran yang sudah mantap. Franchise yaitu suatu pengendalian bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang diatur oleh franchisor.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Bisnis franchise adalah taktik pemasaran yang bertujuan membangun jaringan bisnis dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Definisi lainnya yaitu suatu bentuk kerja sama yang diikuti kesepakatan bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberikan izin atau hak kepada franchisee untuk memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistem operasional bisnis yang dipunyai franchisor. Sebagai timbal balik franchisee bakal memberi balasan biaya dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Franchise yaitu suatu wujud usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam mengadakan negosiasi jual beli hak monopoli untuk menjalankan bisnis (waralaba). Kerja sama ini lazimnya dengan suport awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian perlengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol mutu, riset, tuntunan aturan, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba yaitu kontrak di mana salah satu pihak dikasih hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dimiliki pihak lain dengan suatu balasan menurut prasyarat yang ditentukan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Lalu, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis misalnya system manajemen, teknik penjualan, system penataan, atau system distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba yaitu hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem bisnis dengan ciri khas bisnis dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah terbukti berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain menurut kesepakatan franchise. Pada regulasi itu, bisa dipahami bahwa yang punya hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penemuan ciri khas bisnis lalu disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual itu ialah franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), waralaba ialah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa pada pembeli akhir, di mana pemilik merk (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk mengaplikasikan usaha dengan merek, nama, sistem, mekanisme, dan strategi-strategi yang udah ditetapkan sebelumnya dalam bentang waktu tertentu mencakup daerah tertentu.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Franchise ialah system distribusi, di mana pemilik usaha yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) pada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk mendapatkan hak menjual produk atau jasa yang kebanyakan mengaplikasikan wujud dan sistim usaha yang sudah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan waralaba sebagai jalinan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban memperhatikan kepentingan secara terus-menerus pada bidang usaha yang dijalankan oleh franchisee, umpamanya melalui training, di bawah merk dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau area franchisee menginvestasikan pada bisnis itu dari sumber dananya sendiri.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengemukakan bahwa waralaba yaitu satu lisensi merk dari pemilik yang memperbolehkan orang lain buat memasarkan barang atau service atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann mengartikan franchising sebagai sebuah teknik pemasaran dan distribusi yang dilaksanakan oleh lembaga usaha kecil (franchisee) yang dijamin dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada jalan masuk pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia

Menurut Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba merupakan satu kontrak atas barang yang intangible yang dipunyai oleh seseorang (franchisor), seperti merk, yang dikasih pada orang lain (franchisee) untuk menggunakan barang (merek) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) menginterpretasikan waralaba sebagai usaha yang memberikan laba atau profit betul-betul istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Demikian info berkaitan dengan Definisi Franchise atau Waralaba Menurut Asosiasi Franchise Indonesia, semoga artikel kali ini berguna buat Anda. Mohon post ini disebarluaskan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *