Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

By | Maret 16, 2018

Topik kita sekarang ialah Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM. Di Indonesia, kata franchise ditafsirkan sebagai “waralaba” (wara maknanya lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba bermanka ‘lebih untung’. Franchise ialah penyerahan sebuah lisensi bisnis oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) pada pihak lain sebagai penerima waralaba.

Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Dengan kata lain, waralaba yaitu penguasaan bisnis dengan sistim penyerahan hak penggunaan merk dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Selain itu, franchisee juga dikasih hak untuk membuka bisnis dan melakukan keseluruhan sistim bisnisnya dengan menerapkan merk dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise ialah teknik memperluas network bisnis dengan memasarkan merek disertai konsep standar yang berlaku untuk semua franchisee dalam mengoperasikan usaha. Franchise merupakan suatu pola kemitraan usaha yang dipunyai oleh perusahaan yang mempunyai merk dagang kondang, serta sistim manajemen, financial, dan pemasaran yang sudah mantap. Franchise yaitu suatu pengaturan bisnis di mana sebuah perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) buat memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang diatur oleh franchisor.

Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Usaha waralaba merupakan sistem pemasaran yang bertujuan memaksimalkan network usaha dan memenuhi kebutuhan pembeli. Definisi lainnya ialah suatu format kerja sama yang diikuti kesepakatan bahwa franchisor (pemilik franchise) memberikan ijin atau hak kepada franchisee buat memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merk dagang produk dan sistim operasional usaha yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi balasan fee dalam wujud franchise (waralaba) royalti dan fee lain kepada franchisor.

Franchise yakni satu format usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam melaksanakan negosiasi jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan bisnis (waralaba). Kerja sama ini kebanyakan dengan dorongan awal seperti pemilihan daerah, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol kwalitas, riset, bimbingan hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Menurut versi pemerintah Indonesia waralaba yaitu perserikatan di mana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dipunyai pihak lain dengan suatu balasan menurut persyaratan yang ditentukan oleh pihak lain tersebut dalam rangka pengadaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti franchise meliputi merk, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Selanjutnya, yang dimaksud dengan terobosan atau ciri khas usaha contohnya system manajemen, metode penjualan, strategi pembenahan, atau siasat distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengungkapkan bahwa waralaba yakni hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang udah terbukti sukses dan bisa dimanfaatkan dan/atau dipakai oleh pihak lain berdasarkan kemufakatan waralaba. Pada aturan itu, bisa dimengerti bahwa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau kreatifitas ciri khas usaha selanjutnya dinamakan sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang memanfaatkan hak atas kekayaan intelektual itu adalah franchisee.

Berdasarkan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise merupakan suatu system pendistribusian barang atau jasa pada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan buat menyelenggarakan bisnis dengan merek, nama, sistem, mekanisme, dan cara-cara yang sudah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi kawasan tertentu.

Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Franchise ialah system distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) buat mendapatkan hak menjual produk atau jasa yang biasanya menggunakan format dan sistem usaha yang sudah standar.

Melalui International Franchise Association (IFA), Amerika menginterpretasikan franchise sebagai ikatan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban menjaga kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dijalankan oleh franchisee, misalnya melewati pelatihan, di bawah merk dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau tempat franchisee menginvestasikan pada usaha itu dari sumber dananya sendiri.

Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black menyatakan bahwa franchise merupakan sebuah lisensi merek dari pemilik yang membolehkan orang lain buat memasarkan produk atau service atas nama merk itu.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai sebuah siasat marketing dan distribusi yang dilaksanakan oleh institusi usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, franchise yakni satu kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberi pada orang lain (franchisee) buat menerapkan barang (merk) itu pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mengartikan waralaba sebagai bisnis yang memberikan laba atau profit betul-betul istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang berarti ‘profit’.

Sekian info perihal Definisi Bisnis Waralaba atau Franchise Menurut LPPM, semoga postingan ini berguna untuk Anda. Mohon artikel ini dishare supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *