Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM

By | Januari 10, 2019

Pada kesempatan ini kami akan ulas tentang Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM. Di Indonesia, kata franchise diterjemahkan sebagai “waralaba” (wara maknanya lebih, dan laba berarti untung). Jadi, waralaba maknanya ‘lebih untung’. Franchise yaitu pemberian sebuah lisensi usaha oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) terhadap pihak lain sebagai penerima franchise.

Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM

Dengan kata lain, waralaba adalah kontrol bisnis dengan cara penyerahan hak penerapan merk dagang oleh franchisor pada pihak independen atau franchisee buat menjual produk atau jasa sesuai dengan standarisasi perjanjian. Di samping itu, franchisee juga diberi wewenang buat membuka usaha dan menjalankan keseluruhan sistim usahanya dengan memakai merek dagang atau nama dagang di bawah bendera franchisor.

Franchise yakni taktik memperluas network usaha dengan menjual merk disertai konsep standar yang berlaku untuk seluruh franchisee dalam mengaplikasikan usaha. Waralaba adalah suatu pola kemitraan usaha yang dimiliki oleh perorangan yang mempunyai merk dagang ternama, serta sistim manajemen, financial, dan marketing yang udah mantap. Waralaba merupakan suatu pengontrolan bisnis di mana satu perusahaan (franchisor) memberi hak pada pihak independen (franchisee) untuk memasarkan produk atau jasa perusahaan tersebut dengan aturan yang ditetapkan oleh franchisor.

Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM

Bisnis franchise yaitu sistem marketing yang bertujuan melebarkan jaringan usaha dan memenuhi keperluan konsumen. Pengertian lainnya yaitu suatu wujud kerja sama yang diikuti negosiasi bahwa franchisor (pemilik waralaba) memberi izin atau hak terhadap franchisee buat memakai hak kekayaan intelektual seperti nama merek dagang produk dan sistim operasional bisnis yang dimiliki franchisor. Sebagai timbal balik franchisee akan memberi balasan biaya dalam bentuk franchise (waralaba) royalti dan biaya lain kepada franchisor.

Franchise yaitu suatu format usaha kerja sama antara pemilik waralaba atau pewaralaba (franchisor) dengan penerima waralaba atau terwaralaba (franchisee) dalam membikin kesepakatan jual beli hak monopoli buat mengendalikan bisnis (franchise). Kerja sama ini lazimnya dengan dorongan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian kelengkapan, pola arus kerja, pemilihan karyawan, pembukuan pencatatan dan akuntansi, konsultasi, standarisasi, promosi, kontrol kwalitas, riset, pengarahan hukum, dan sumber-sumber permodalan.

Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM

Berdasarkan versi pemerintah Indonesia franchise ialah perikatan di mana salah satu pihak diberi hak memanfaatkan dan/atau memakai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas bisnis yang dimiliki pihak lain dengan suatu balasan menurut syarat yang ditentukan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.

Adapun yang dimaksud dengan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dalam arti waralaba mencakup merek, nama dagang, logo, desain, hak cipta, rahasia dagang, dan paten. Kemudian, yang dimaksud dengan inovasi atau ciri khas bisnis contohnya sistem manajemen, taktik penjualan, cara penataan, atau metode distribusi yang merupakan karakteristik khusus dari pemiliknya.

Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM

Peraturan Pemerintah (PP) No 42 Tahun 2007 Pasal 1 mengemukakan bahwa waralaba merupakan hak khusus yang dipunyai oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap system bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka menjual barang dan/atau jasa yang sudah teruji berhasil dan bisa dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain menurut persetujuan waralaba. Pada tata tertib tersebut, dapat dimengerti bahwa yang mempunyai hak atas kekayaan intelektual (HAKI) atau penemuan ciri khas bisnis lalu disebut sebagai pewaralaba / franchisor, sedangkan yang menerapkan hak atas kekayaan intelektual itu yakni franchisee.

Menurut Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), franchise adalah satu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada konsumen akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberi hak kepada individu atau perusahaan buat mengoperasikan bisnis dengan merk, nama, system, prosedur, dan upaya-upaya yang sudah diatur sebelumnya dalam bentang waktu tertentu meliputi kawasan tertentu.

Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM

Franchise adalah sistem distribusi, di mana pemilik bisnis yang semi mandiri membayar iuran (fee) dan bagi hasil (royalti) kepada perusahaan induk (pemberi waralaba = franchisor) untuk menerima hak menjual produk atau jasa yang rata-rata mengaplikasikan wujud dan sistim bisnis yang udah standar.

Lewat International Franchise Association (IFA), Amerika mendeskripsikan franchise sebagai ikatan kontraktual antara franchisor dengan franchisee, di mana franchisor berkewajiban memelihara kepentingan secara terus-menerus pada bidang bisnis yang dilakukan oleh franchisee, misalnya melewati training, di bawah merek dagang yang sama, serta format dan standar operasional atau kontrol pemilik (franchisor) atau kawasan franchisee menginvestasikan pada bisnis tersebut dari sumber dananya sendiri.

Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM

Dalam bukunya yang berjudul Black’s Law Diet, Campbell Black mengemukakan bahwa franchise ialah satu lisensi merek dari pemilik yang memperkenankan orang lain untuk memasarkan barang atau jasa atas nama merk tersebut.

David J. Kaufmann menginterpretasikan franchising sebagai satu cara marketing dan distribusi yang dilakukan oleh institusi usaha kecil (franchisee) yang digaransi dengan membayar sejumlah biaya, serta hak kepada akses pasar oleh franchisor dengan standar operasi yang mapan di bawah asistensi franchisor.

Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM

Berdasarkan Reitzel, Lyden, Roberts, dan Severance, waralaba adalah sebuah kontrak atas barang yang intangible yang dimiliki oleh seseorang (franchisor), seperti merek, yang diberi pada orang lain (franchisee) untuk memanfaatkan barang (merek) tersebut pada bisnisnya sesuai dengan teritori yang disetujui.

Lembaga Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (LPPM) mendefinisikan waralaba sebagai bisnis yang memberi laba atau keuntungan amat sangat istimewa sesuai dengan arti kata tersebut yang berasal dari kata wara yang berarti istimewa dan laba yang artinya ‘keuntungan’.

Sekian informasi perihal Definisi Bisnis Franchise Menurut LPPM, semoga post ini mencerahkan kawan-kawan semua. Tolong artikel ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *